Hari Ke-50 Magang

16.01 Add Comment
 
Halo sahabat blogger jumpa lagi dengan saya Novendius Eka Saputra. Gimana Kabar para sahabat blogger ? Pasti baik kan, Seperti biasa saya akan mempostingkan tentang hari magang saya di DUXEOS. Sudah hari ke-50 magang saya di duxeos hari terakhir minimal saya magang, tapi hari terakhir kami adalah besok tanggal 31 karena magang kami 2 bulan.

Hari ini tanggal (30 Oktober 2014), Seperti biasa kita masuk jam 8:00 WIB sambil melakukan briefing pagi yang menjelaskan planning yang akan dikerjakan hari ini. Hari ini saya akan schedule twitter dan facebook karena kami kemarin ijin untuk ke sekolah mengikuti seminar mikrotik, dan kelompok saya masih memikirkan tentang sosmed.

Hari ini hari yang sibuk untuk schedule 2 sosial media karena bahan-bahan yang akan digunakan untuk schedule habis. Saya mencoba nmengotak atik dari TM yang sudah jadi tp belum saya mengerti.

 
Jam 4:00 WIB saatnya untuk melakukan breafing sore. Sekian postingan hari ini, terus kunjungi blog saya biar tau update terbaru.


Hari Ke-49 Magang

18.03 Add Comment
Halo sahabat blogger jumpa lagi dengan saya Novendius Eka Saputra. Gimana Kabar para sahabat blogger ? Pasti baik kan, Seperti biasa saya akan mempostingkan tentang hari magang saya di DUXEOS. Yuk Kita langsung saja ke cerita magang hari ini.

Hari ini tanggal (29 Oktober 2014), Seperti biasa kita masuk jam 8:00 WIB sambil melakukan briefing pagi yang menjelaskan planning yang akan dikerjakan hari ini. Hari ini saya akan ke sekolahan untuk mengikuti seminar yang diadakan di sekolahan saya yang diselengarakan oleh mikrotik indonesia.

Jam 4:00 WIB saatnya untuk melakukan breafing sore. Sekian postingan hari ini, terus kunjungi blog saya biar tau update terbaru.

Hari Ke-48 Magang

16.09 Add Comment

Halo sahabat blogger jumpa lagi dengan saya Novendius Eka Saputra. Gimana Kabar para sahabat blogger ? Pasti baik kan, Seperti biasa saya akan mempostingkan tentang hari magang saya di DUXEOS. Yuk Kita langsung saja ke cerita magang hari ini.


Hari ini tanggal (28 Oktober 2014), Seperti biasa kita masuk jam 8:00 WIB sambil melakukan briefing pagi yang menjelaskan planning yang akan dikerjakan hari ini. Hari ini saya akan schedule facebook dan melanjutkan sosmednya. Sosmednya di bonfire saya tambah module dan mencoba membongkar-bongkar di bonfire.

Karena masih bingung bonfirenya, dan sebetulnya masih bingung dengan tugas yang deberikan kepada saya karena di ci biasanya di login. Jam 4:00 WIB saatnya untuk melakukan breafing sore. Sekian postingan hari ini, terus kunjungi blog saya biar tau update terbaru.

Hari Ke-47 Magang

16.03 Add Comment


Halo sahabat blogger jumpa lagi dengan saya Novendius Eka Saputra. Gimana Kabar para sahabat blogger ? Pasti baik kan, Seperti biasa saya akan mempostingkan tentang hari magang saya di DUXEOS. Yuk Kita langsung saja ke cerita magang hari ini.



Hari ini tanggal (27 Oktober 2014), Seperti biasa kita masuk jam 8:00 WIB sambil melakukan briefing pagi yang menjelaskan planning yang akan dikerjakan hari ini. Hari ini saya akan schedule twitter dari batik putra bengawan, dan melanjutkan project baru sosmed. Hari ini adalah hari berfikir bagi saya karena bonfire itu sulit bagi saya yang baru mencobanya.

Schedule twitter adalah hal yang membosankan karena banyak dan kalimat tweetnya yang terbatas hanya 140. Setelah schedule saya lanjut mencoba-coba bonfire dan bongkar-bongkar dari project bonfire yang sebelumnya TM. Mengedit bagian toolbar di header sangat sulit saya karena di dalamnya terdapat render_menu.

Jam 4:10 WIB kami melakukan briefing sore memberitahu planing apa yang sudah dilakukan hari ini. Terimakasih atas kunjungannya sahabat blogger semoga sahabat blogger bisa terus kunjungi blog saya biar tau updatan terbaru dari blog saya :D 

Ngomongin Ibu-ibu Sosialita

14.00 Add Comment
Kemarin gue lagi duduk sendirian di sebuah cafe yang berada di dalam Mall Grand Indonesia sambil ngetik skenario calon film layar lebar gue sendiri, Relationshit yang bakal rilis taun depan.

Saat gue konsen nulis dialog antara Supri dan Ningsih, konsentrasi gue terpecahkan oleh suara gelak tawa ibu-ibu yang berkumpul di belakang gue. Gue sempet nengok ke belakang, mata gue langsung berkunang-kunang karena silau melihat perhiasan di sekujur tubuh ibu-ibu itu. Gue sempet mikir, tiap hari mereka memakai gelang, kalung dan cincin yang bahannya entah emas, timah atau porselen yang gue taksir seberat 20 kiloan itu. Dengan beban segitu di sekujur tubuh, harusnya badan mereka bisa lebih sangar dari Lisa Rumbewas.

Cewek legenda olahraga angkat besi Indonesia.

Gue nyoba konsen ngetik lagi, tapi lagi-lagi konsentrasi gue dipecahkan oleh kedatangan seorang ibu-ibu yang dateng membawa sebuah tas impor baru. Ibu-ibu lain heboh banget ngeliat tasnya. Terus ibu-ibu yang baru dateng itu bilang, "Eh jengg... Saya dapet tas LV ini dari diskonan di Paris loh.. Cuma 55 juta.."

Beberapa saat kemudian, ibu-ibu lain langsung teriak dengan suara ala paduan suara sekte sesat dengan ekspresi takjub, "AAAKKK!! KOK MURAH JENG?!"

"Anjir.. Tas harganya 55 juta dibilang murah. Ini ibu-ibu suka makan pake lauk nuklir kah?" Gumam gue waktu itu.

Tapi dari obrolan soal tas itu, gue malah mikir, "Tas doang harganya Rp. 55 juta? Itu tas apaan? Kalo dijambret di jalan, tasnya bisa pulang sendiri apah?"

Kehebohan mereka masih berlanjut dan bikin gue bener-bener nggak bisa konsen nulis skenario gue lagi. Gue pun cabut, pulang dengan keadaan hati yang jengkel. Sesampainya di rumah, gue googling dan nyari-nyari info, sebenernya pada ngapain ibu-ibu itu berkumpul. Dan setelah beberapa saat, gue pun nemuin istilah "Ibu-ibu Sosialita" yang cukup menggambarkan kegiatan ibu-ibu yang gue temuin sebelumnya itu.

Nah, di sini gue bakal ngeshare tentang beberapa ciri ibu-ibu sosialita sesuai hasil riset gue. Semoga bisa menambah pengetahuan kalian.

Suka Arisan
Kegiatan rutin ibu-ibu sosialita adalah arisan. Tapi arisannya bukan sembarang arisan kayak ibu-ibu PKK. Yap, iuran arisannya itu bisa sampe berjuta-juta. Tapi biasanya, iuran arisannya masih kalah gede dibanding duit yang harus mereka keluarin buat persiapan arisannya seperti: Make-up, Perhiasan, Pakaian, dan Gadis perawan buat persembahan dewa.

Hedon
Seperti yang gue bilang di atas, barang-barang yang dimiliki oleh ibu-ibu sosialita itu nggak ada yang murah. Tas doang bisa ampe puluhan juta harganya. Bahkan, ada juga tas mereka yang harganya sampai ratusan juta. Gue penasaran, kayak apa sih bentuk tas yang harganya ratusan juta itu? Apa di dalam tas itu ada TV, home theater, dapur, kamar mandi dan garasi? Atau, apa tas itu tahan api, peluru dan bencana alam? Atau jangan-jangan tas itu bisa berubah jadi jet-pack dalam keadaan darurat?

Make Up W.O.W
Ibu-ibu sosialita yang gue temuin kemarin, dandanannya nggak ada yang biasa. Ada yang make sanggul tinggi banget. Gue curiga itu sanggul juga bisa dipakai buat alat penguat sinyal handphone. Selain sanggul, make-up yang nempel di wajah mereka juga nggak wajar. Yang paling mencolok adalah bulu mata. Tebal dan panjang banget. Dengan bulu mata sepanjang itu, kalo mereka ngedipin mata dengan kecepatan tinggi secara rame-rame, mungkin mereka bisa menciptakan angin topan.

Narsis
Kalo udah dandan heboh dan punya aksesoris mahal, tentunya bakal mubadzir kalo nggak dipamerin kepada dunia. So, sering-sering selfie atau foto-foto sendiri dan di-share ke social media adalah kegiatan wajib.

Tapi biasanya nggak cuma wajah, barang-barang branded yang mereka beli juga mereka pamerin ke social media. Misal, upload foto lagi makan steak. Gambar steaknya cuma menghabiskan 25% dari frame foto. Sisanya? Gambar sepatu baru yang ditaroh di sebelah steak itu. Ntah mereka make tuh sepatu buat ngalusin daging steaknya atau gimana.

Kembali ke soal selfie-nya ibu-ibu sosialita. Seru sih ngeliat ibu-ibu berumur yang masih segar dan enerjik berpose menggemaskan. Tapi yang jadi masalah, sebagian dari ibu-ibu sosialita ini nggak sadar diri kalo mereka sudah terlalu tua untuk berpose dengan gaya tertentu. Misal gaya "Chibi", terakhir liat temen nyokap yang usianya udah 50an nge-upload foto gaya chibi di Facebook, gue kehilangan semangat hidup selama seminggu. Rasanya kayak abis liat berhala yang sedang puber.

Suka Nyumbang
Tapi di samping segala kebiasaan-kebiasaan 'wah' mereka, ibu-ibu sosialita itu juga terkenal dermawan. Mereka suka menyumbangkan sebagian dari harta mereka untuk orang-orang kurang mampu. Mereka juga suka melakukan kegiatan-kegiatan sosial secara rame-rame untuk mendukung orang-orang yang membutuhkan. So, mungkin di titik ini gue setuju mereka disebut ibu-ibu sosialita, karena kesadaran mereka akan kehidupan sosial ternyata tinggi juga.

So, kesimpulan yang bisa gue ambil dari ibu-ibu sosialita ini, mereka adalah sekumpulan orang yang bingung cara ngabisin duit gimana. Mungkin suaminya kalo pilek, ingusnya berbentuk duit. Nah, syukurlah mereka menghabiskan duitnya dengan cara yang positif. Yap.. Gue tetep bilang gaya hidup hedonis mereka positif selama tidak merugikan orang. Duit juga duit mereka sendiri ini. Dan hobi mereka nyumbangin sebagian harta mereka adalah hal yang sangat layak diacungin jempol. Gue sebel sama orang yang suka pamer, tapi pelit.

Yap.. Kayaknya itu aja dulu beberapa ciri ibu-ibu sosialita yang bisa gue share di sini. Semoga info ini bisa nambahin pengetahuan kalian semua. Maaf-maaf kalo ada bagian dari tulisan gue ini yang kurang berkenan di hati. Kalo lo tau ada ciri-ciri lain dari ibu-ibu sosialita yang belum gue sebutin di atas, silakan share di comment box ya!

Oiyah! Selamat hari blogger nasional! Semoga kita semakin semangat buat berbagi info dan ilmu! Ciao!

Hari Ke-46 Magang

15.36 Add Comment


Halo sahabat blogger jumpa lagi dengan saya Novendius Eka Saputra. Gimana Kabar para 
sahabat blogger ? Pasti baik kan, Seperti biasa saya akan mempostingkan tentang hari magang saya di DUXEOS. Yuk Kita langsung saja ke cerita magang hari ini.

Hari ini tanggal (24 Oktober 2014), Seperti biasa kita masuk jam 8:00 WIB sambil melakukan briefing pagi yang menjelaskan planning yang akan dikerjakan hari ini. Hari ini saya akan menjadwal facebook dari batik putra bengawan dan menambah modul di tda. Karena kemarin jadwal twitter belum di post karena ada limit dari tweetdeck, jadi kami baru menjadwal hari ini.


Setelah saya menjadwal sekitar 40, saya terkena limit di tweetdeck akhirnya saya menggunakan hootsuite dan menjadwal 20 di hootsuite. Setelah selesai saya tidak jadi menambah module di tda dan diganti dengan sosmed yang berfungsi untuk menjadwal dari twitter dan facebook. setelah terupload di server dan ada masalah dengan htaccsesnya.

Dan kami harus mengubahnya ke ci-bonfire untuk menambah module-modulenya, yang membingungkan karena mengubahnya ke ci-bonfire yangbelum saya mengerti codingan ci-bonfire. Jam 4:10 WIB kami melakukan briefing sore memberitahu planing apa yang sudah dilakukan hari ini. Terimakasih atas kunjungannya sahabat blogger semoga sahabat blogger bisa terus kunjungi blog saya biar tau updatan terbaru dari blog saya :D 

Hari Ke-45 Magang

15.29 Add Comment

Halo sahabat blogger jumpa lagi dengan saya Novendius Eka Saputra. Gimana Kabar para 
sahabat blogger ? Pasti baik kan, Seperti biasa saya akan mempostingkan tentang hari magang saya di DUXEOS. Yuk Kita langsung saja ke cerita magang hari ini.

Hari ini tanggal (23 Oktober 2014), Seperti biasa kita masuk jam 8:00 WIB sambil melakukan briefing pagi yang menjelaskan planning yang akan dikerjakan hari ini. Hari ini saya akan menjadwal postingan di twitter Batik Putra Bengawan, sebenarnya menjadwal di twitter lebih membosankan dari pada menjadwal di facebook. 


Karena jadwal yang saya buat di tweetdeck hilang saya membuat jadwalnya di notepad, setelah mejadwal ada tugas baru refisi popsteakpasta.com, awalnya hanya ada 5 refisi tapi menjadi lebih dari 5 refisi.


Jam 4:10 WIB kami melakukan briefing sore memberitahu planing apa yang sudah dilakukan hari ini. Terimakasih atas kunjungannya sahabat blogger semoga sahabat blogger bisa terus kunjungi blog saya biar tau updatan terbaru dari blog saya :D