Kenapa Memilih Untuk Sendiri?

00.45 Add Comment
Gue punya temen, namanya Supri. Di usianya yang sudah menginjak kepala tiga itu, dia masih hidup sendiri. Tapi gue nggak ngeliat dia kesepian, gue nggak ngeliat dia galau, yang gue liat dia selalu ceria. Setiap pulang dari kantor, dia suka menari-nari di depan pintu kamar sebelum dia menusukkan kunci ke gagang pintu. Kadang dia nari balet, kadang dia breakdance, dan terakhir gue liat dia melakukan tarian pemanggil hujan, dia kesamber petir.

Gue sempet kepikiran kok bisa dia tetap selalu ceria di saat usianya sudah cukup matang untuk berkeluarga, namun dia tidak memiliki kehidupan asmara?

Sebagai teman yang baik, gue mencoba untuk menjadi manusia. Ya, manusia yang bisa berkomunikasi dari hati ke hati. Gue nggak mau nanyain ke orang lain tentang Supri yang mungkin akan berujung gossip. Gue milih untuk langsung nanyain ke orangnya.

"Pri.. Kok lo bisa tetep ceria terus sih meskipun elo jomblo?" Gue nanya ke doi sambil nyemir ban motor gue.

"Ha? Tumben lo tanya beginian?" Supri yang sedang sibuk nyedotin uap bensin dari tangki motor gue pun mendadak mengalihkan perhatiannya ke arah gue.

"Hehe.. Abisnya gue penasaran sih.. Kok elo jomblo tapi enggak melo?" Gue masih ngelanjutin nyemir ban motor pake semir sepatu.

Dengan mata yang agak merah karena mabok bensin, Supri menjawab sembari bertanya, "Emang melankolis, sendu, sedih, itu sifat yang harus dimiliki oleh jomblo ya?"

"Yang gue denger sih biasanya gitu." Gue menjawab dengan nada datar karena gue sendiri kurang yakin dengan jawaban gue.

"Haha! Apa yang lo denger, apa yang lo liat, nggak mutlak harus lo ikutin kan?"

"Maksudnya?!" Gue makin bingung dengan pertanyaan Supri.

Supri pun duduk jongkok di samping gue, lalu menepuk pundak gue dan bertanya, "Pernah gak lo ngeliat ilalang tumbuh sendirian? Indah?"

Gue menggelengkan kepala.

"Pernah gak lo make sebatang lidi buat nyapu? Bersih?"

Gue kembali menggelengkan kepala, "Tidak."

"Pernah gak lo nyoba buat boker rame-rame? Nyaman? Tidak." Supri mengakhiri rentetan pertanyaannya dengan cara dia jawab sendiri.

"Gue masih belum paham." Gue ngucapin kalimat itu sambil minum paracetamol karena mulai sakit kepala dengan kalimat-kalimat Supri.

Supri kembali berdiri, membuka tangki bensin motor gue, lalu menghirup uapnya dalam-dalam. Dia pun kembali menjelaskan, "Gini.. Hidup itu punya banyak fase untuk kita jalani. Ada fase yang memang bisa dinikmati sendirian, karena tidak bisa dilalui dengan orang yang tidak tepat. Ada pula fase hidup yang memang cuma bisa dinikmati bukan sendirian. Analoginya kayak ilalang, meskipun dia tidak indah kalo dia berdiri sendiri, dia akan lebih tidak indah kalo dia berdiri ramai-ramai dengan lidi. Kenapa? Karena tidak cocok. Ketidakcocokan akan menciptakan ketidakharmonisan. Tidak perlu dipaksakan."

Gue mengangguk perlahan, merasa mengerti, tapi masih perlu penekanan. Supri melanjutkan, "Dan saat ini, gue lagi jadi ilalang itu. Gue sedang tumbuh sendiri, di sekitar gue nggak ada ilalang lain yang bisa diajak untuk tumbuh bersama. Jadi, buat apa gue maksa untuk berdiri dengan lidi hanya agar terlihat tidak sendiri? Hasilnya tidak akan indah, kan?"

Di titik itu, gue mulai paham apa yang Supri maksud. Dia memilih sendiri karena dia belum bisa menemukan orang yang nyaman di sekitarnya untuk tumbuh bersama. Dia belum menemukan ilalang lain sepertinya.

Oke, di postingan kali ini, gue mau nyoba untuk membahas tentang beberapa alasan orang yang memilih hidup sendiri. Here they are:


Belum ada yang cocok
Banyak orang memakai alasan ini saat memilih untuk sendiri. Memang ini alasan yang masuk akal, karena memaksakan diri untuk menciptakan hubungan dengan orang yang tidak tepat, cuma akan membuang waktu. Ya, kita tahu bahwa hubungan itu akan gagal, tapi tetap dipaksakan untuk berjalan. Akhirnya, seberapa lamapun kita bertahan, endingnya waktunya akan terbuang karena ketemu juga dengan kegagalan.

Namun alasan belum ada yang cocok ini kadang menjebak orang yang memilih untuk sendiri. Karena sudah terlalu lama sendiri, akhirnya dia susah untuk percaya dengan orang lain lagi. Sehingga saat PDKT, tanpa sadar dia tak nyaman untuk membuka hati maupun berbagi isi hati. Akhirnya, gebetan pun bakal mikir dia nggak asik, dia pun nggak bakal mikir gebetannya nggak asik. Gagal deh. Akhirnya dia nggak pernah ketemu dengan orang yang cocok.

Trauma
Pernah ngejalanin hubungan yang sangat menyenangkan dengan seseorang. Hingga dia pun mempercayakan masa depannya kepada orang itu. Di saat dia sayang-sayangnya, ternyata orang yang dia percaya itu pergi gitu aja ninggalin dia. Dia pun kapok untuk percaya dan sayang sama orang lagi, sehingga dia memilih untuk hidup sendiri.

Biasanya sih cewek yang lebih mudah trauma. Soalnya cewek akan malas untuk PeDe lagi sama orang baru, nunjukin hal-hal yang dia sembunyiin kepada orang baru, atau kenalan lagi sama keluarga baru. Siklus itu adalah siklus yang cukup berat buat cewek, soalnya pada dasarnya mereka adalah makhluk yang pemalu, tidak seterbuka cowok. Mereka cuma mau melakukan hal-hal itu kepada orang yang bener-bener mereka percaya. Tapi ya gitu deh.. Membangun kepercayaan itu tak sesusah mempertahankan kepercayaan. Namun yang lebih berat lagi adalah mengembalikan kepercayaan.

Tapi, menurut gue, hidup memang seperti itu. Kita harus tahu rasanya kecewa, agar kita tahu bagaimana cara menjaga saat dipercaya. Kita tidak boleh terjebak dalam trauma. Mungkin ini klise, tapi kalo kita terjebak di masa lalu, bagaimana mungkin siap menerima masa depan yang lebih indah? Kalo kita selalu terduduk jongkok setelah dikecewakan dunia, bagaimana kita bisa mencapai jalan menuju surga?

Terjebak Me-time
Ini alasan yang sebenernya gue banget. Gue adalah tipikal orang yang kadang lebih nyaman di saat sendiri. Gue kadang nggak suka berada di keramaian. Kadang gue menemukan kedamaian dalam sepi. Bahkan, gue bisa merayakan kemerdekaan gue dalam sepi dengan cara pake kolor doang seharian di kamar gue yang gue tutup.

Terlalu lama melakukan rutinitas itu bikin gue males ketemu orang baru, males melakukan hal-hal baru, dan ntah kenapa gue nggak bosen sepanjang weekend diisi dengan estafet nonton film dan nulis postingan baru. Gue takut kalopun ada yang nyoba deket, dengan kebiasaan gue yang macam ini, dia nggak bakal ngerasa nyaman karena mungkin itu adalah kegiatan yang membosankan.

Ntah kenapa, makin tua usia gue, gue ngerasa semakin mengenal dunia dan manusia. Susah mencari orang yang benar-benar bisa dipercaya, susah membedakan orang yang benar-benar peduli, dan susah menemukan orang yang benar-benar tulus. Teman yang dulu akrab banget, dengan alasan finansial, bisa pergi. Teman yang dulu sehati, karena urusan karier bisa mencaci. Teman yang dulu sering tidur bareng, karena urusan asmara bisa tiba-tiba menciptakan prahara. Semua "siklus-penemuan-dan-kehilangan" itu membuat gue semakin ngerasa hambar dalam hubungan.

Ya, gue takut kehilangan lagi. Itulah kenapa, gue malas untuk memiliki.

Mungkin itu terdengar menyedihkan, tapi ntah kenapa, gue nggak ngerasa sedih maupun kesepian. Kesendirian dan kesepian itu berbeda. Kesepian itu tidak selalu terjadi di saat sedang sendiri. Kesepian itu adalah di saat ada banyak orang di sekitar, namun tidak ada yang bisa mengerti. So, I've tried to understand myself.

Oke, itu curhatan gue hari ini. Lo yang lagi milih untuk sendiri, alasan lo apa? Dan lo yang udah sukses meninggalkan kesendirian, saran lo apa? Share di comment box ya! Semoga kita bisa saling membantu sesama. Ciao!

Beberapa Cara Untuk Jadi Pribadi Yang Menarik

16.14 Add Comment
Suatu pagi, Supri membawa seikat bunga untuk diberikan kepada Ningsih, cinta pertamanya sejak sama-sama belajar di TK Salero Bundo. Ningsih kini sudah tumbuh dewasa, tingginya 190cm, karena Ningsih suka memakai higheels sepanjang 25cm.

Supri sudah mencoba berulang kali menunjukan isi hatinya kepada Ningsih, namun bukan hanya ditolak, Ningsih malah tak pernah tahu bahwa Supri pernah tercipta di dunia. Kenapa? Karena Supri tak pernah berhasil untuk mengajak Ningsih bicara empat mata. Setiap dia berada di dekat Ningsih, nyalinya menghilang begitu saja. Supri selalu mendadak merasa seperti kehilangan semua tulang di tubuhnya.

Pagi itu, Supri sudah mengumpulkan semua keberaniannya untuk mengajak Ningsih bicara dengan berbekal seikat bunga. Dia sudah merancang rencana untuk berkenalan itu sejak 10 taun yang lalu. Dia ingin berkenalan dengan Ningsih, lalu memberikan seikat bunga yang dia bawa. Di dalam seikat bunga itu, Supri meletakan sebuah surat yang berisi segala kesan-kesan indahnya atas Ningsih sejak Supri bertemu Ningsih pertama kali. Supri percaya, kalo Ningsih membacanya, Ningsih akan langsung jatuh cinta.

Saat Supri melihat Ningsih memarkirkan motor Tossa roda tiganya di parkiran kampus, Supri bergegas untuk menghampiri Ningsih. Dengan keadaan tubuh gemetaran dan keringat dingin bercucuran.

"Ha-hai.." Supri menyapa Ningsih sambil merapihkan posisi kacamatanya.

"Hai juga.. Maaf, kamu siapa ya?" Ningsih membalas sapa Supri dengan ramah.

"Er.. Motor kamu bagus.." Supri mencoba berbasa-basi.

"Hehe.. Terima kasih. Ini dibeliin ayahku waktu aku berusia 3 tahun." Ningsih tersipu malu.

"Er.. Rodanya ada tiga ya.." Mendadak segala kata-kata yang disusun oleh Supri untuk berkenalan dengan Ningsih, pudar dari kepalanya karena gugup.

"Iya.. Biar kuat.. Hehe.. Kamu siapa sih?" Ningsih mulai merasa pembicaraan ini tidak berjalan dengan wajar.

"Hehe.. Motor kamu bagus." Isi kepala Supri semakin kacau.

"Iya.. Kan tadi kamu udah bilang.." Ekspresi ramah Ningsih berubah seketika menjadi jutek.

"Rodanya ada tiga, ya.." Supri mengucapkan kalimat ini sambil senyum dengan ekspresi sange. Supri melanjutkan, "Bak belakangnya juga keliatan kokoh."

"MAKSUD KAMU APA SIH?! NGEJEKIN?! DASAR ORANG NGGAK JELAS!" Setelah menyemprot Supri, Ningsih segera pergi meninggalkan Supri.

Hancur sudah kesan pertama yang sudah bertahun-tahun dirancang Supri agar bisa membuat Ningsih tertarik. Supri pun menyeduh seikat bunga yang dia bawa untuk dijadikan sarapan.

Mari kita lihat, kenapa setelah sekian tahun bertemu satu sama lain, Ningsih tidak bisa mengenali Supri? Kenapa setelah sekian tahun belajar di tempat yang sama, Supri tidak pernah dianggap ada oleh Ningsih?

Karena Supri bukanlah pribadi yang menarik di mata Ningsih.

Yap.. hari ini kita bakal bahas soal ini. Bagaimanakah agar kita jadi pribadi yang menarik di mata orang lain, agar kita bisa disukai, dirindukan, atau bahkan dipercaya oleh orang lain, versi gue. Apa aja caranya? Cekidot!

1. Perbaiki Penampilan
Mungkin ada pepatah bilang "Don't judge a book by its' cover", yang intinya ngajakin kita biar nggak menilai orang dari penampilannya aja. Pepatah itu mungkin benar, tapi siapa yang bisa jatuh cinta kepada kepribadian kita di saat baru pertama kali ketemunya? Kesan pertama bisa menentukan penilaian orang kepada kita loh. Kalo dari kesan pertama aja orang sudah males sama kita gara-gara kuku kita item, badan bau, dan bagian lengan baju berwarna kuning dan basah, gimana dia bakal bisa mengerti kepribadian kita?

Gue sih percaya, tampang yang pas-pasan itu pemberian Tuhan yang hampir mustahil buat diubah. Tapi tubuh beraroma wangi dan pakaian rapi, masih bisa diusahakan. So, kenapa tidak? Kalo kita udah males ngurusin tubuh, gimana orang bakal yakin kalo kita bisa ngurusin hidup?

Gue punya pengalaman mengenai penampilan. Dulu, gue selalu dandan dengan style hiphop, kaos merah, snapback merah, celana melorot kayak orang keabisan air buat cebok. Nah, dengan penampilan kayak gitu, setiap kali gue meeting dengan klien, mereka meragukan ide-ide yang gue sumbangkan untuk project mereka. Akhirnya, gue mencoba untuk mengubah dandanan gue dengan lebih formal.


Endingnya apa? Klien lebih percaya kalo gue adalah seorang profesional yang layak mereka andalkan. Yup. Setiap kali ada project baru, mereka ngundang gue buat ikut menyusun konsep. ;)

Padahal, mereka gak tau meski dandanan gue rapih, gue berangkat meeting juga masih naik bajaj. :p


Foto selfie di Bajaj bukanlah hal yang mudah.

2. Percaya Diri
Sebelum orang lain bisa percaya sama kita, kita sendiri harus percaya sama diri sendiri. Setiap keraguan dalam diri, bisa terpancar di luar tubuh kita. Yang efeknya akan membuat orang lain juga meragukan kita. Contohnya si Supri di cerita di atas. Sekian tahun dia gagal mendekati Ningsih karena dia selalu ragu, dia selalu berpikir ada yang kurang di dirinya, sehingga dia selalu menunda dan menunda untuk mengajak Ningsih kenalan.

Gue kasih tau ya, nggak ada satu orang pun di bumi ini yang bisa bener-bener jujur pada diri kita, kecuali kita sendiri. Nggak ada satu orang pun di dunia ini yang bener-bener sayang sama kita, kecuali diri kita sendiri. Nggak ada satupun orang di dunia ini yang bener-bener nyadar betapa berharganya kita, selain diri kita sendiri. So, being confident is a must. Kalo bukan kita sendiri yang menghargai diri sendiri, siapa lagi?

Perlu dicatat, percaya diri sih boleh, tapi nggak boleh kepedean juga. Karena nanti jatuhnya malah jadi orang yang sok asik di mata orang. Tetap mencoba untuk humble ya! Tapi sederhana nggak selalu berarti rendah diri. Bedakan kesederhanaan dengan keminderan.

3. Ramah
Menjadi orang yang murah senyum sebenernya bukan hal yang susah. Mengucapkan terima kasih setelah dibantu orang, mengucapkan kata "tolong" setiap kali perlu bantuan orang, bukan juga hal yang susah. Tapi banyak orang yang mungkin melupakan detail-detail itu. Padahal, meski itu perbuatan-perbuatan kecil, tapi bisa memberikan perbedaan besar atas penilaian orang lain kepada kita. Kalo gue sih selalu menanamkan kepada diri sendiri pola pikir kayak gini:

"I don't wanna' be a reason for anyone to have a bad day."

Menjadi orang ramah itu menjauhkan kita dari gossip atau pembicaraan buruk. Karena keramahan menciptakan rasa segan di kepala orang. Sedangkan kejutekan menanamkan kebencian di hati orang. Pilih mana?

Menyapa orang yang ditemui, adalah salah satu cara yang mudah untuk terlihat ramah.

Tapi Al, masa' aku harus nyapa duluan?

Menyapa orang adalah contoh perbuatan yang baik. Kenapa harus gengsi untuk berbuat baik duluan?

4. Open-minded
Selalu mencoba untuk menerima pendapat orang, mencoba untuk mengerti keadaan orang lain sebelum men-judge mereka, adalah beberapa contoh tindakan orang yang open-minded.

Tidak ada satupun manusia di dunia yang suka dijudge oleh sesamanya. Apalagi dijudge oleh orang yang mereka anggap tidak mengerti tentang kehidupan mereka. Itulah kenapa, menjadi orang open-minded akan cenderung lebih disukai oleh orang lain dibandingkan orang yang mudah menyimpulkan kehidupan orang lain secara dangkal.

Contoh:
Ada temen minjem duit.

Respon tukang judge: Iya, gue pinjemin. Udah gede masih suka ngutang, pasti suka foya-foya! Suka ngelem lo ya?!

Respon orang open-minded: Ada masalah apa ya? Gue bakal bantu duit dan siapa tau gue juga bisa bantu ngatasin masalah lo.

Nah, dari respon di atas, mana yang lebih enak didengar?

5. Cerdas
Kecerdasan itu mungkin saja didapat dari bakat, namun tak sedikit juga orang yang cerdas karena mereka memang mau tekun belajar. So, nggak ada alasan buat kita untuk menolak jadi orang cerdas.

Kenapa untuk jadi pribadi yang menarik, kita harus cerdas?

Karena orang akan menerima kita dari cara kita berkomunikasi. Dengan kecerdasan yang kita miliki, kita akan mampu menyeimbangi topik obrolan apa aja yang mereka bicarakan. So, semakin cerdas, kita akan semakin nyambung untuk ngobrol dengan banyak jenis kalangan. Sehingga, kita akan makin memperluas pergaulan. Bukankah orang yang memiliki pergaulan yang luas itu adalah contoh pribadi yang menarik? ;)

6. Dermawan
Dermawan di sini bukan hanya tentang uang atau harta kok. Gue pengin menekankan kepada kalian untuk menjadi orang yang dermawan dalam segala bidang agar kalian bisa jadi pribadi yang menarik dan bisa diandalkan. Contohnya?

Dermawan soal ilmu: Mau berbagi ilmu, mau berbagi pengetahuan, mau berbagi pengalaman.

Dermawan soal telinga: Mau mendengarkan keluh kesah orang, mau meminjamkan pundak bagi yang membutuhkan.

Dermawan soal Doa: Mau mendoakan orang yang kesusahan, maupun mendoakan mereka yang lupa kepada Tuhan.

Dermawan soal rezeki: Mau berbagi rezeki kepada yang membutuhkan.

Kenapa Dermawan bisa membuat kita menjadi pribadi yang menarik?

Contoh simpelnya gini:
A. Lo ketemu orang di lampu merah saat panas terik, terus dia ngajak salaman dan ngasih tau namanya.

B. Lo ketemu orang di lampu merah saat panas terik, dia ngasih lo minuman dingin, senyum, terus dia ngasih tau namanya dan bilang "Semoga harimu menyenangkan!".

Tipe orang mana yang bakal lebih lo inget nama mau pun mukanya? Tentu tipe orang yang B, karena dia dermawan, karena dia menarik perhatian. ;)

Nama, bisa terlupakan begitu saja. Namun jasa, nggak bakal mudah dilupakan meski sampai tua.

7. Jujur
Ini point paling penting dari semua point-point di atas. Semua point di atas bisa hancur nilai plus-nya kalo kita nggak punya sifat jujur. Sifat jujur kayak gimana? Gue yakin kalian paham. ;) 

Okay.. This is the end of this topic. Kalo kalian ada tambahan berdasarkan pengalaman kalian, atau kalo kalian ada pertanyaan, silakan tuliskan di comment box di bawah ini ya! Terima kasih sudah menyisihkan waktu, tenaga, dan biaya kalian untuk membaca postingan ini. Semoga tulisan gue ini berguna.

Selamat berpuasa bagi yang menjalankan, dan selamat menikmati hari libur, kawan-kawan.

Cara Orang-orang Menikmati Piala Dunia

22.04 Add Comment
Gue lumayan ngikutin pertandingan-pertandingan sepak bola di Liga Spanyol. Apalagi kalo pas Barcelona bertanding melawan Real Madrid. Itulah kenapa di event piala dunia kali ini, gue ngejagoin Timnas Inggris.

Nah, kebetulan taun ini adalah ke tiga kalinya gue menikmati piala dunia sepanjang gue kuliah. Udah.. Nggak usah diitung gue kuliah berapa lama. Ntah kenapa ada kebanggaan tersendiri menyembul di dada gue. Oke, mari kita bahas lebih lanjut mengenai Piala Dunia ini. Gue lagi nebak-nebak beberapa cara orang buat menikmati piala dunia, berdasarkan pengalaman gue.

Main Playstation
Loh? Apa hubungannya main Playstation sama Piala Dunia? Gue sih tiap abis nonton bola, selalu main PS, tepatnya main game FIFA. Buat apa? Buat balas dendam kalo tim andalan gue kalah. Gue bakal mainin ulang pertandingan yang abis gue tonton, dengan skill lawan "Super-Duper-Very-Easy-Newbie". YEAH!!

Yap.. Intinya sih, sedia payung sebelum hujan. Sedia pelampiasan sebelum menghadapi kekalahan. Mihihihi.. :p

Beli Atribut Tim Favorit
Gue sendiri seumur-umur belum pernah beli jersey club favorit. Soalnya, badan gue nggak cocok buat make pakean sporty. Tiap gue maksain buat make pakean kayak gitu, tampang gue malah kayak atlet overdosis obat doping.

Tapi, di ajang piala dunia ini, gue sengaja pesan kaos Timnas Inggris ukuran XS, biar badan gue keliatan berisi.

Tapi sayang.. Jersey ini cuma bisa dipake seminggu. Timnas Inggris udah pulang kampung duluan.

Selain jersey, ada beberapa atribut yang wajib dibeli, seperti poster timnas, poster pemain favorit, album official soundtrack world cup, sampai crayon buat nyoret-nyoret muka pake warna bendera timnas andalan pas nobar.

Mengupdate semua app socmed
Agar orang-orang tau lo mengandalkan tim apa, sudah sewajarnya kalo lo ngeupdate profile social media lo dengan gambar-gambar timnas yang lo dukung. Bisa lo taroh di profile picture, status update, atau banner di profile page. Kalo biasanya di bio twitter isinya ID twitter pacar, mumpung musim piala dunia, bio twitter diisi emoticon bendera timnas andalan aja.

Kalo nggak punya social media, ya udah.. Tunjukan dukungan lo dengan memasang bendera timnas andalan lo di depan rumah. Berdoa aja, kalo pak lurah ngeliat, elo nggak dideportasi.

Tarohan
Oke.. Bukannya ngajarin yang jelek-jelek ya. Maksudnya tarohan di sini, gue bakal bahas tarohan yang positif. Yang bukan tarohan duit. Soalnya, kalo udah tarohan, biasanya nonton pertandingannya bakal menegangkan.

Tarohan yang bikin menegangkan tapi nggak pake duit, apa dong?

Bisa dengan tarohan pake hal-hal sepele, misal: Yang kalah mijitin yang menang selama sebulan non-stop. Atau, yang kalah, bakar ijazah. Kebayang nggak tuh, deg-degannya kayak apa?

Nobar
Gak peduli betapa serunya pertandingan yang ditonton, kalo nonton sendirian, pastinya nggak bakal berkesan. Simpelnya gini, kalo nonton rame-rame, sebelum pertandingan kita bisa saling mengunggulkan tim kita di depan teman-teman. Terus pas tim kita menang, kita bisa salto di depan teman, atau menari saman untuk merayakan.

Nah, kalo nonton sendirian? Paling cuma sibuk komentar di social media & nggak banyak gaya di dunia nyata. Pedih.

Tapi tenang, kalo lo bingung mau nonton di mana, gue bakal nginfoin kalo ada penawaran menyenangkan dari McDonalds. Jadi, McDonalds bakal nyiapin tempat nonton bareng piala dunia di semua cabangnya di kota lo. Terus, biar makin seru, McDonalds juga nyediain menu promo untuk piala dunia:

McDonald's GOL


Ngaku jago bola? Jawab tantangan memasukkan bola ke dalam gawang dengan trik khusus. Bantu Indonesia meraih skor tertinggi ya! Lebih seru dengan kemasan French Fries edisi khusus World Cup. Download lewat browser dari Android atau iPhone-mu: www.gol.mcd.com

McSpicy Peri-Peri Deluxe Combo


McSpicy Peri-Peri Deluxe ini isinya ayam tanpa tulang yang pedas yang menyatu dengan kelezatan keju, tomat, selada dan saus peri-peri spesial. Dilengkapi dengan shaker Fries pilihan (Brazilian Salsa/Roasted Beef) dan Guava/Raspberry Fizz. Mak nyusss!!

McDonald's Exclusive Soccer Ball
McDonald’s bakal ngasih 1 buah bola ekslusif McDonald's setiap pembelian Rp. 200ribu dengan kartu kredit Citibank. Atau cukup dengan Rp. 50.000,- (belum termasuk pajak) disertai pembelian paket hemat atau PaNas 2. Tuh.. Asik kan, kelar nobar, pulang bawa bola.

Untuk menu-menu seru lain, lo bisa cari-cari infonya di: SINI.

So, ini beberapa cara orang yang gue tau buat menikmati piala dunia. Cara lo menikmati piala dunia, gimana? Share di comment box ya! :D

Gue Minta Bantuan Kalian Lagi Untuk Creative Charity

22.10 Add Comment
Mungkin sebagian dari kita mengeluh karena tidak bisa beli baju baru pas lebaran. Mungkin sebagian dari kita mengeluh saat tidak dapat THR. Mungkin sebagian dari kita mengeluh saat tidak dapat gadget baru. Tapi apakah makna lebaran kali ini adalah tentang semua itu?

Coba lihat foto-foto berikut ini:




(Foto dari berbagai sumber)

Pernah kepikiran kah, bagaimanakah orang-orang ini merayakan hari yang sering disebut sebagai hari raya? Pernah kepikiran kah, apakah mereka bisa merasa bahagia juga di hari raya? Gue yakin, mereka bisa. Itulah kenapa mereka bisa tetap bertahan hidup terus di dunia. Karena mereka yakin, ada kalanya mereka akan bahagia. Mereka yakin, mereka punya hak untuk bahagia. Mereka bisa bertahan hidup karena harapan itu. Nah, siapakah yang berkewajiban untuk mewujudkan harapan mereka?

Kita.

Kita berkewajiban membahagiakan mereka. Mewujudkan harapan mereka. Dengan apa? Dengan harta? Bukan. Cukup dengan menunjukkan kepada mereka bahwa masih ada orang yang baik dan peduli kepada mereka. Bukan baik demi kepentingan politik maupun kepentingan apa saja. Tapi baik karena masih menganggap mereka manusia, saudara, teman kita.

Kenapa kita berkewajiban untuk membantu mereka?

Gue sih percaya, semua yang Tuhan berikan kepada kita di dunia ini hanya titipanNYA. Ada sebagian yang boleh kita nikmati, ada sebagian lagi yang harus kita bagi. Tuhan menitipkan kita rezeki, artinya Tuhan percaya, kita bisa menggunakannya dengan bijaksana. Tapi saat kita tak mampu menggunakannya dengan bijaksana, mungkin Tuhan tak mau lagi mempercayai kita.

Selain dari sisi itu, gue ngerasa hutang besar kepada orang-orang luar biasa seperti di atas. Dan gue yakin, kalian yang hati nuraninya masih ada, bakal ngerasain hal yang sama. Manula yang masih bekerja, membuat gue ngerasa malu untuk menyerah dalam berusaha. Tubuh gue masih lebih kuat dari mereka. Nasib gue juga lebih beruntung dibanding mereka. Sehingga, setiap kali gue mau menyerah, mereka mengingatkan gue untuk tidak ingkar atas segala nikmat yang ada. Adik-adik kecil yang tinggal di panti asuhan juga mengajarkan gue untuk menghargai keluarga. Mereka sangat merindukan hangatnya keluarga seperti orang-orang di luar sana. Mereka sangat menginginkan rasanya dimanja maupun disupport oleh keluarga. Sedangkan gue? Gue punya semua. Jadi, gue harus siap menerima keadaan keluarga gue beserta segala kekurangannya. Intinya, tanpa orang-orang seperti mereka, kita bakal lupa arti bersyukur dan mungkin akan jadi budak ketamakan. Mereka mengajarkan kembali kepada kita tentang value menjadi makhluk hidup bernama manusia.

Pelajaran hidup semacam itulah yang membuat gue tergerak untuk membantu mereka sebagai wujud pemenuhan tanggung jawab yang Tuhan berikan. Tapi dengan ditulisnya post ini, gue bukan berniat untuk riya', misalpun ada yang mau su'udzon juga silakan. Su'udzon nggak akan mengurangi beban orang, tapi hal yang dianggep riya' ini setidaknya memberi efek yang nyata kepada mereka yang berhak. Gue nulis post ini karena gue pengin ngajakin siapapun yang merasa hatinya terketuk untuk menjalankan lagi sebuah program yang pernah KITA jalani sebelumnya, Creative Charity. Buat yang belum paham apa itu Creative Charity, silakan KLIK LINK INI.  

Intinya, tahun ini gue mau ngejalanin lagi program ini. Fokusnya adalah gue bakal berbagi ilmu menulis hingga (semoga mampu mengantarkan) kalian bisa menulis sebuah buku, atau bahkan menerbitkan buku. Kebetulan taun ini penerbit buku gue (@bukune) mau ngebantuin gue dengan 'meminjamkan' editor-editor handalnya buat bantu sharing ilmu. Nah, paket lengkap kan? Dapet ilmu nulis, sekaligus bisa konsultasi soal penerbitan buku pula dengan editor dari salah satu penerbit buku besar yang ada di Indonesia. So, kalo lo udah pernah nyoba nulis buku tapi nggak berani ngirim ke penerbit, besok draft itu bisa lo bawa dan lo konsultasiin langsung ke editor kami. :)

Waw.. Terus yang mau ikutan kudu bayar berapa, Al?

Untuk mengikuti kegiatan ini, gue NGGAK MEWAJIBKAN kalian yang pengin ikutan kelas menulis ini untuk membayar dengan nilai tertentu. Cukup SEIKHLASNYA AJA. Lo adanya 50ribu? 20ribu? 10ribu? Gue terima dengan suka rela. Lo gak mau nyumbang duit dan pengin nyumbangin BARANG YANG LEBIH BERMANFAAT? Boleh. Tapi pastiin barang yang lo sumbangin itu masih baru. Misal alat tulis, ya pulpen atau pensil baru, bukan pensil yang panjangnya tinggal 2cm. Pokoknya gue yakin lah, kalian cukup paham mana yang pantas untuk disumbangkan. Jumlah pesertanya bakal dibatasin demi efektivitas kegiatan belajar. Biar gue bisa lebih intensif berinteraksi kepada setiap peserta. Karena gue pengin, kelar ikut kelas ini, peserta bawa karya masing-masing. Bukan cuma ilmu.

Duit dan barang-barang dari kita, mau lo kemanain, Al?

Gue nggak bakal ngegunain sepeserpun duit atau barang yang kalian sumbangin kok. Hasil sumbangan bakal gue bagiin kepada anak-anak yatim/piatu dan para manula yang masih bekerja keras di usia senja (bukan mengemis). Asik kan? Kalian dapet ilmu, sekaligus dapet pahala. Sebagai bukti bahwa nggak ada penyelewengan dana maupun gak ada kampanye terselubung di program ini, silakan kalian cek video field report Creative Charity yang gue adain tahun lalu.

Oke.. Sebelum menjalani program ini, seperti tahun kemarin, gue butuh banget bantuan kalian. Ntah personal, ntah komunitas, untuk menyiapkan kebutuhan-kebutuhan gue berikut ini:

1. Gue minta perwakilan dari teman-teman di kota besar se-JABODETABEK & JABAR yang punya komunitas ntah itu komunitas stand up comedy atau karang taruna, atau cuma gank setongkrongan. Yang penting bisa buat ngebantuin gue MEMBENTUK PANITIA PELAKSANA untuk ngejalanin program ini di kota masing-masing. Tugasnya nanti adalah menyiapkan point 2 dan melayani pendaftaran peserta kelas menulis di kota kalian masing-masing.

2. Gue butuh fasilitas tempat belajar-mengajar yang layak pakai, serta LCD projector dan sound system yang cukup memadai. Dan, gue mohon fasilitas itu digratiskan agar hasil sumbangan benar-benar tidak dikurangi untuk menyewa kebutuhan kelas itu sendiri. Kegiatan akan berjalan sekitar 2-3 jam efektif. Nggak harus tempat mewah seperti hotel atau cafe. Yang penting layak buat dipake belajar aja. Itu lah yang gue minta diusahakan oleh panitia pelaksana.

3. Kalo 2 point di atas bisa dipenuhi, silakan bentuk team #CreativeCharity dan konfirmasikan ke email (promosi@bukune.com) dengan isi email mengenai siapa saja anggota kepanitiaan kalian, struktur kepanitiaan seperti apa yang bisa kalian bentuk untuk ngebantu gue (sebagai bahan pertimbangan kesiapan kalian untuk program ini). Deadline pendaftaran bisa kapan aja di saat gue ngerasa udah punya cukup tim yang siap di kota-kota yang bisa dijadwalkan untuk dikunjungi ya.

4. Segala biaya untuk kebutuhan pribadi gue (transport, akomodasi, dan konsumsi) selama menjalani program ini, bakal gue bebankan ke kantong gue sendiri. Temen-temen cukup nyediain permohonan gue di point 1 & 2 tadi. Tapi kalo ada yang bersedia rumahnya gue tumpangin semalem juga nggak apa-apa. Daripada duitnya buat bayar hotel kan.. Gue bisa tidur di mana aja kok.

5. Gue mohon untuk bisa mengonfirmasi secepatnya biar bisa ditetapkan tanggalnya. I know, waktu kita udah mepet banget. Tapi kalo kita siap action, nggak ada yang mustahil. :)

6. Gue jelasin juga karena banyak yg salah paham. Gue butuh komunitas yang gue sebutin di point 1 itu sebagai panitia pelaksana dan penyedia kebutuhan-kebutuhan gue di Point 2. Kalo peserta kelasnya sih boleh individu kok~ Gak perlu punya komunitas.

7. Kalo punya band atau bisa stand up comedy, boleh loh bantu ngisi sesi hiburan biar nggak garing acaranya gara-gara belajar mulu. :D

Program ini gue jalanin atas desakan hati nurani, tanpa request maupun paksaan dari pihak manapun. So, nggak ada sponsor yang ngeback up. Jadi, gue sangat mohon bantuan dari teman-teman yang pengin melakukan kegiatan yang berguna bagi orang yang membutuhkan bersama-sama. Oiyah, taun ini kayaknya target gue keliling JABODETABEK & JABAR dulu karena pertimbangan budget yang pas-pasan, jadi gue belum ngerasa mampu untuk keliling Indonesia. Lagian tahun lalu gue udah ngejalanin di Jogja, Jateng, dan Jabar. Jadi, taun ini gue mau ngeratain wilayah lain di pulau Jawa (yang bisa dijangkau dengan alat transportasi darat) dulu. Doakan saja Tuhan kembali mempercayakan rezekiNYA kepada kita semua sehingga tahun-tahun ke depan gue bisa menjalankan program ini merata di seluruh Indonesia.

So, are you ready to be creative and useful? :)

Kalo ada pertanyaan atau saran, silakan tulis di comment box ya! Thank you so much!

P. S. : Further progress of this program will be updated again on this post.

Yang Lo Rasain itu Cinta atau Apa?

17.34 Add Comment

Supri menghampiri Ningsih yang lagi boker di jamban lele. Dia duduk di depan pacarnya yang sedang ngeden-ngeden itu. Supri nengok kanan dan kiri, memastikan tidak ada benda tajam maupun bom atom di sekitarnya.

"Ningsih.. Aku mau ngomong."

"I-Iyaaa!! A-Aaaapaaa?!" Ningsih menjawab pertanyaan Supri sambil ngeden-ngeden.

"Gini.. Aku mau kita bubaran.." Supri mengucapkan kalimat itu sambil menatap tajam-tajam mata Ningsih untuk menunjukkan keyakinannya.

"L-Loooh?! Ke-Kenapaaaahhh?!" *Plung!*

"Nggak tau, tiba-tiba persaanku ke kamu hilang gitu aja. Hambar. Jadi daripada membohongi diri sendiri, dan membohongi kamu, aku mau kita bubar aja. Maaf ya." Supri mengernyitkan dahi, dan menunjukkan ekspresi melas.

"Hmm.. Alasan bul-bullshittt!!" *Plok!* Ningsih menangkap e'eknya sendiri, lalu melemparkan ke wajah Supri. Ningsih segera cebok dengan sebotol fanta yang dia bawa, kemudian berlalu. Supri pun terjangkit penyakit kusta di wajahnya.

Mungkin sebagian dari kalian udah pernah ngalamin kejadian kayak di atas. Ntah sebagai orang yang mutusin, atau diputusin. Nah, menurut analisa gue, itu bukan alasan bullshit. Itu adalah alasan yang realistis. Perasaan bisa hilang kapan aja, apalagi kalo yang dirasain itu bukan cinta, melainkan cuma kekaguman aja.

Ha? Kagum? Maksud lo, Al?!

Oke, mending gue jelasin beberapa tipe cinta orang yang kadang nggak disadari oleh orang yang mengalami. Here they are:

Cinta Karena Kagum
Supri ketemu seorang cewek yang lagi yoga di fly over. Melihat kegemulaian tubuhnya, Supri mendadak deg-degan dan segera beribadah. Tubuh cewek itu terlihat kencang sekali. Dadanya kencang, bahkan karena kencangnya bokong cewek itu, bokongnya bisa naik hingga menyentuh punggung. Pemandangan itu membuat Supri ngiler tiga ember.

Supri pun memarkirkan mobilnya di pinggiran fly over, lalu dia berjalan sambil koprol untuk mendekati cewek itu pelan-pelan. Sesampainya di samping cewek itu, Supri pura-pura ikutan Yoga. Akhirnya, cewek itu melihat keberadaan Supri di sampingnya.

"Eh? Suka yoga juga?" Cewek itu bertanya sambil melakukan gerakan planking.

"I-Iyaaa!!" Supri menjawab sambil ngeden-ngeden karena tidak pernah melakukan planking sebelumnya.

"Oh.. Udah lama ngelakuin Yoga?"

"U-Udaaah.. Dari zaman SD."

"Wow! Mau dong, kapan-kapan diajarin. Yuk yoga bareng!"

"B-Boooleeehhh.." Supri ngeden makin kencang, seluruh badannya sudah bergetar hebat.

"Oiyah.. Namaku Ningsih, nama kamu siapa?" Ningsih berdiri dan menyodorkan tangan kanannya untuk berjabatan.

"Namaku Supri." Supri segera ikut berdiri lalu menyambut tangan Ningsih dengan penuh semangat.

Sejak hari itu, Supri membeli banyak DVD dan buku tentang Yoga. Lalu dia pelajari semuanya agar Ningsih mengira Supri benar-benar paham yoga. Meskipun di minggu pertama, seluruh tubuh Supri kram semua. Semakin lama, Supri dan Ningsih pun jadi makin sering ketemu karena mereka suka ngelakuin yoga bareng di rumah, di sawah, atau kadang di jalan tol. Sebulan kemudian, Supri dan Ningsih pun jadian. Tapi, seminggu setelah jadian Supri mutusin Ningsih karena dia merasa tidak ada yang spesial dari Ningsih. Perasaannya tiba-tiba hambar gitu aja.

"Ningsih.. Putus yuk!"

"Loh? Kenapa? Ntah kenapa, perasaanku ke kamu tiba-tiba hilang gitu aja."

"Wah.. Sama.. Ya udah, putus yuk!"

Oke.. Di kasus ini, Supri ngalamin cinta yang singkat karena cuma bermodalkan kekaguman. Cinta kayak gini, biasanya nggak bakal awet karena siklusnya bakal kayak gini:

Kagum-> Kenalan-> PDKT dengan mencoba jadi sosok sempurna agar bisa membuat gebetan terpesona-> Jadian-> Capek akting jadi sosok sempurna terus-> Sifat asli pelan-pelan keluar-> Pasangan ilfeel-> Putus.

Iya, mencintai cuma dengan modal kagum doang, tidak akan bertahan lama karena kekaguman itu bisa hilang saat kita tau sifat asli si dia. Apa sih yang bikin kita tetap kagum sama si dia? Ya semua persepsi positif kita tentang si dia lah. Biasanya persepsi positif ini tumbuh dan bertahan di masa-masa PDKT, di saat dia masih jaim juga dan bisa terlihat sempurna. Nah, pas abis jadian, si dia bakal mulai nunjukin ketidak sempurnaannya. Persepsi positif kita tentang gebetan akan bertemu dengan realita dan fakta. Kalo kita tidak bisa menolerirnya, ya udah.. Perasaan kagum itu bakal hilang gitu aja.

Salah kita di mana? Salahnya cuma di bagian kita nggak bisa ngebedain perasaan kagum sama perasaan cinta. Cinta itu harusnya nggak semudah itu pudar dan jadi hambar.

Cinta Karena Penasaran/Obsesi
Supri suka Ningsih dari zaman masih sama-sama jadi embrio. Sejak balita, Supri udah berani ngajak jadian Ningsih. Biasanya, Supri ngajak Ningsih main pengantin-pengantinan untuk memulai modusnya.

"Ningsih.. Tadi kan kita abis main pengantin-pengantinan, menurut aku kita cocok loh jadi pengantin beneran." Supri memulai modusnya.

"Maksudnya?" Ningsih yang masih polos tidak bisa menangkap kode Supri.

"Kamu mau nggak, jadi pacar aku?" Supri pun mulai blak-blakan.

"Umm.. Nggak ah.. Aku belum boleh pacaran sama mama. Kata mama, gandengan tangan sama cowok itu bisa bikin hamil. Aku belum mau hamil! Aku takut ngelahirin! Aku belum bisa nete'in anakku! Tete'ku belum tumbuh!! Huhuhuuuuu.." Ningsih menangis sesenggukan lalu berlari pulang ke rumah.

Itu adalah saat pertama Supri menembak Ningsih. Dan itu tentu bukan saat terakhir Supri nembak Ningsih. Pas SD, SMP, SMA, Supri nembakin Ningsih mulu dan nggak pernah diterima. Supri pun semakin gemes. Setiap bangun tidur, hal pertama yang Supri pikirkan adalah bagaimana cara dia menembak Ningsih hari itu, bagaimana dia bikin surprise buat Ningsih hari itu, dan bagaimana cara bawa Ningsih ke penghulu.

Sampai akhirnya, saat mereka sudah kuliah, Supri lagi-lagi nembak Ningsih. Melihat Supri yang tak pernah menyerah, Ningsih pun luluh dan ngasih kesempatan buat jadian. Ya, mereka pun pacaran. Hari itu Supri senang luar biasa karena usahanya bertahun-tahun terbayar sudah.

Tapi setelah jadian, ada banyak hal yang berubah dari kehidupan Supri. Bangun tidur, dia tak perlu memikirkan lagi hal-hal untuk membuat Ningsih cinta padanya, tiap mau tidur pun Supri tidak lagi ngomel-ngomel di kamarnya karena habis ditolak cintanya. Pelan-pelan, Supri nyadar bahwa perasaannya ke Ningsih setelah jadian malah hambar.

"Ningsih.. Putus yuk!" Supri mengucapkan kalimat itu saat mereka makan siang bersama di kantin kampus.

"Loh? Kenapa?" Ningsih terlihat agak kaget mendengar kalimat Supri itu.

"Nggak tau kenapa, perasaanku ke kamu mendadak hambar aja."

"Oh gitu.. Jadi selama ini yang kamu rasain bukan cinta ya?" Ningsih menjawab dengan tenang sambil menelan sebongkah bakpau tanpa dikunyah.

"Iya.. Kayaknya aku cuma penasaran aja."

"Tuh kan.. Itulah kenapa aku nolak kamu sejak dulu. Soalnya, target kamu sama aku itu cuma jadian, bukan mencari kebahagiaan setelah jadian. Jadi, setelah jadian, kamu nggak bakal tau lagi apa yang mau kamu lakukan."

"......."

"Ya udah, putus yuk!" Setelah mengucapkan kalimat itu, Ningsih pun pergi.

Hari itu, Supri memang putus cinta, namun tidak patah hati. Tapi dia menyadari, bahwa selama ini yang dia rasakan bukan cinta, namun cuma penasaran. Itu murni kesalahan Supri yang tak bisa membedakan rasa cinta dan penasaran. Memang banyak kok orang di luar sana yang memulai hubungan cuma dengan modal rasa penasaran. Jadinya, setelah rasa penasarannya terjawab, rasa hambar pun hinggap.

Cinta Karena Kasian
Supri jadian sama Ningsih karena Ningsih bilang, usianya cuma tinggal 3 bulan. Ningsih ngaku-ngaku kalo dia didiagnosa kena penyakit jerawat jantung. Jadinya, dia bakal meninggal saat jerawat di jantungnya pecah. Atas permintaan Ningsih, Supri pun jadian demi mengisi saat-saat terakhir hidup Ningsih dengan kebahagiaan bersamanya.

Namun 6 bulan berlalu, dan Ningsih nggak mati-mati juga. Supri pun mulai ngerasa kelelahan karena kelamaan jadian tanpa make perasaan, cuma karena kasian.

"Ningsih.."

"Iya.."

"Putus yuk!" Supri mengucapkan kalimat itu dengan nada yang mantab.

"Loh? kenapa?"

"Abis.. kamu nggak mati-mati. Dulu bilangnya kan cuma 3 bulan. Ini udah 6 bulan kita pacaran, kamu masih sehat-sehat aja."

"Ya udah.. Aku juga udah bosen kok pacaran sama kamu. Aku bakal ngegebet cowok lain dengan alasan penyakitku. Bye!" Ningsih segera melompat dari jendela mobil yang disetir Supri di jalan tol.

"....."

Lagi-lagi, perasaan yang dibangun bukan karena cinta namun karena terpaksa, pasti bakal ketemu titik jenuh juga. Titik di mana kita tidak mampu lagi mempertahankannya karena sudah capek rasanya. So, cinta karena kasian, tetaplah bukan cinta, namun iba.

Cinta Tanpa Karena
Supri sudah temenan sama Ningsih sejak masih sama-sama masih di ovarium. Mereka tumbuh bersama di lingkungan yang sama. Setiap pagi, mereka bertemu dan mengobrol di pinggir kali sambil membakar ubi. Setiap siang, mereka suka berenang bersama di danau belakang kampung. Setiap malam tiba, mereka pun ronda bersama. Mereka tidak memiliki ketertarikan yang berlebihan antara satu sama lain. Bahkan, mereka tidak pernah ngomongin soal perasaan. Justru setiap hari obrolan mereka malah hancur sehancur-hancurnya. Kadang ngegossipin pak RT yang suka bobo bareng bu RT. Kadang ngomongin soal pak hansip yang suka jogging di malam hari sambil bawa senter. Pokoknya, obrolan mereka sama sekali nggak penting, namun mereka selalu bisa ketawa bersama.

Sampai akhirnya, suatu hari saat mereka lulus SMA, mereka harus berpisah. Ningsih harus kuliah di luar kota, dan Supri tetap di kampung untuk menggarap sawah milik keluarga. Seminggu berlalu, Supri tidak punya teman lagi untuk membakar ubi, Supri tidak punya teman lagi untuk mandi di danau, dan Supri nggak punya teman ronda. Hidup Supri mendadak jadi sepi.

Ternyata, Ningsih pun merasakan hal yang sama di kota. Setiap hari Ningsih cuma sendirian saja. Dia tak punya teman untuk melakukan apa-apa. Karena tidak ada yang tertarik buat ngegossipin pak RT dan bu RT bareng dia. Lama-lama, kesepian pun mulai menyiksa mereka. Mereka jadi sering sakit karena tidak mau makan lagi tanpa satu sama lain, tidak mau mandi lagi tanpa satu sama lain, tidak mau ngobrol lagi tanpa satu sama lain. Hingga akhirnya, Ningsih memaksakan diri untuk pulang ke kampung dan bertemu Supri.

Saat mereka bertemu kembali, ada rona bahagia berpijar di keempat mata mereka. Mereka berdua seperti orang dehidrasi yang bertemu air dingin, orang yang ngantuk berat dan melihat kasur, atau seperti pengidap penyakit flu yang bertemu inhealer. Ya, akhirnya mereka menyadari bahwa mereka membutuhkan satu sama lain, melebihi dari kebutuhan mereka kepada siapapun di dunia. Mereka pun mulai menyadari kalau mereka saling jatuh cinta, bukan karena apa-apa, tapi saling membutuhkan aja.

Cinta tanpa karena, tipe cinta ini biasanya menciptakan hubungan yang awet. Soalnya, cinta yang ini tidak dibuat-buat dengan alasan-alasan tertentu kayak cinta-cinta yang ada di point 1 sampai 3 di atas. Bukan pula cinta yang diciptakan secara sengaja. Bukan cinta yang dibuat seolah-olah sempurna. Bukan cinta yang dicocok-cocokin kepribadiannya.

Cinta tipe ini tercipta oleh kuantitas dan kualitas kebersamaan yang sudah diuji.

Sering barengan-> Menciptakan kebiasaan barengan-> Kebiasaan pun menciptakan kebutuhan. 

Sehingga, mindset pasangan di sini bukanlah orang yang bisa menciptakan kekaguman, bukan orang yang bisa bikin penasaran, dan bukan juga orang yang bisa bikin kasian. Pasangan di hubungan ini ada karena terciptanya sebuah kebutuhan. Kebutuhan untuk selalu bersamanya, kebutuhan untuk selalu melengkapi hari-hari bersamanya, kebutuhan untuk selalu mengobrol bersamanya. Nah, kebutuhan itu tercipta karena kecocokan. Bukan kita yang mencocok-cocokan diri dengan pasangan, melainkan waktu yang pelan-pelan menunjukkan banyaknya kecocokan kita bahkan di saat kita tidak menyadari ada banyak kecocokan di sana.

Eh, Al.. Kalo udah lama bareng, ngerasa saling butuh, tapi nggak ditembak gimana? Kan sakit!!

Jawaban dari pertanyaan lo itu, klik link ini: Pacaran kudu nembak? Penting?!

Wah.. uadh pajnang bagnet gue ngetik. Tuh apme typo-typo kan. Udah dulu ya tulisan gue hari ini. Semoga bisa ngasih pencerahan buat kalian yang sedang mencinta, habis putus cinta, atau lagi mau mengatasnamakan cinta untuk alasan lainnya.

This is the end of the post. Kalo kalian mau sharing pengalaman tentang tipe-tipe cinta yang pernah gue bahas di sini, atau mau bertanya soal tipe cinta yang sedang lo jalani, share aja di comment box ya! Dadaaahh!!

Tip Mengisi Liburan di Rumah

21.41 Add Comment
Liburan ke obyek wisata? Bosen.
Jalan-jalan ke luar negeri? Gak ada duit.
Jalan sama pacar? Pacar lagi jalan sama pacarnya.

Gue pernah ngalamin kegalauan semacam itu waktu gue libur sekolah dulu. Dan mungkin lo juga mengalami hal yang sama. Bingung mau ke mana saat libur pergantian taun pelajaran atau libur sepanjang Ramadhan tiba. Tapi tenang, hari ini gue bakal ngeshare beberapa cara mengisi liburan agar tidak garing dan mungkin bisa membuat liburan lo lebih bermanfaat.

Liburan itu nggak harus selalu diisi dengan jalan-jalan kok. Ada banyak cara lebih praktis untuk menikmati liburan. Misalnya beribadah, berolahraga, atau jihad.

Oke.. Oke.. Mari kita ngomong serius. Berikut adalah beberapa cara yang bisa gue saranin buat mengisi liburan di rumah aja:

Nulis
Sudah pasti gue bakal ngerekomendasiin kegiatan ini ke elo, terutama yang pengin jadi penulis. Kenapa pas liburan itu waktunya bisa dipake buat nulis? Ada banyak keuntungannya, lo gak bakal bisa ngeles terlalu sibuk buat nulis lagi. Lo punya banyak waktu buat nulis, dan lo nggak punya alasan untuk meninggalkan tulisan lo lagi.

Kalo lo emang mau ngisi liburan buat nulis, gue kasih contoh cara bikin target agar naskah buku lo bisa kelar selama liburan. Misal lo libur sebulan, habiskan minggu pertama buat bikin premis dan outline. Apa itu premis dan outline? Bisa cek di SINI.

Kelar bikin premis dan outline, tugas kalian tinggal mengisi konten tulisan. Targetin buat nyelesaiin 1 bab per hari deh. Nggak susah kok. Lo nggak bakal ngalamin stuck dalam penulisan konten karena semua sudah ada di outline yang udah lo bikin sebelumnya. So, dengan sisa waktu dua minggu itu, gue jamin naskah buku lo udah siap.

Tapi Al, bukankah kalo baru ditulis sekali, naskahnya nggak bakal bagus ya? 

Iya, tulisan pertama itu akan selalu jelek. Tapi bukankah tulisan jelek itu lebih baik daripada tulisan yang nggak ada sama sekali? Tulisan yang jelek bisa diedit, kalo tulisan yang nggak ada, bisa diapain? Nah.. Dengan udah memiliki tulisan jelek, gunakan seminggu terakhir dari liburan lo itu buat baca ulang dan tulis ulang naskah lo. Ya, masuk ke proses self-editing di minggu ke empat ini. So, in the end of your holiday, you'll have a book draft which is ready to be sent to the publisher. :)

Renovasi Kamar
Setidaknya setengah dari waktu lo setiap hari, lo habisin di kamar, karena separuhnya lagi bakal lo abisin di sekolah kan? Nah, karena liburan tiba, mungkin lo bakal lebih banyak ngabisin waktu di kamar. Terus, biar lo bisa lebih pewe buat mager di kamar, gue rekomendasiin sebaiknya lo renovasi kamar lo biar makin nyaman buat ditempati. Kalo kamar udah nyaman buat ditempati, saat pacar main, mungkin dia bakal mau nginep setahun.

Buat benerin kamar, bisa dimulai dari beli sprei dan bed cover baru, sehingga lo bisa lebih enak buat tiduran lama-lama di kasur. Beli juga kursi malas buat duduk di kamar dan menikmati fasilitas yang ada. Pokoknya, tanamkan dalam diri, kamar lo adalah surga lo. Lo boleh mengubah bentuknya jadi gimana aja biar lo bisa ngerasa nyaman di dalamnya. Mau klosetnya mau lo pindahin tepat di depan layar TV juga bebas.

Ini contoh kamar gue yang udah gue renovasi sesuai kemauan gue biar gue pewe:

Percuma kamar bersih dan rapi kalo selalu ditinggali sendiri.

Atau cuma diisi cowok-cowok.

Beli beberapa pelengkap hiburan selama di kamar. Kalo gue, biasanya beli buku atau komik sebanyak-banyaknya sebelum menjelang liburan. Yang penting jangan beli jenglot. Malah bikin susah tidur.

Kalo lo gak suka baca, lo nggak mungkin nggak suka film juga. So, sebelum liburan tiba, boleh siapin stock film yang banyak buat ditonton secara maraton. Gue juga suka nonton film secara maraton. Kenapa? Karena kalo dulu kita nonton film-film trilogy gitu, jarak rilis antara filmnya rata-rata 1 taun untuk tiap serinya. Biasanya karena sudah terlalu lama nonton seri sebelumnya, pas liat seri berikutnya, rasanya udah beda. Nah, kalo gue beli 3 film trilogy sekaligus dan gue tonton secara maraton, feel dari film pertama sampai yang ketiga masih dapet banget, dan ceritanya bakal jadi lebih hidup.

Beberapa film yang gue rekomendasiin buat ditonton secara maraton:

- Batman The Dark Knight
- Ironman 1-3, Thor, Avengers
- Pirates of the Carribean
- Friday the 13th (12 seri)
- Chucky 1-3
- (ntar diupdate lagi deh.)

Jualan
Nah, saat Ramadhan tiba, biasanya hidangan ta'jil itu jadi item yang sangat dicari oleh orang-orang yang sedang berpuasa. Kalo lo cukup peka dan nggak mau liburan lo sia-sia, lo bakal memanfaatkan kesempatan seperti ini untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

Lo bisa jualan hidangan ta'jil juga kayak: Kolak, Es buah, Gorengan, atau, pacar buat menemani orang berbuka puasa.

Nah, kalo kalian tekun jualan ta'jil selama ramadhan, misal sehari bisa dapet untung 20 ribu, pas lebaran lo bisa dapet duit 600 ribu. Bisa buat beli baju baru, celana baru, dan ngelamar pacar.

Berkreasi sama teman-teman
Ini bagian favorit gue buat ngisi liburan. Biasanya, kalo punya teman yang bisa diajak kompakan buat bikin sesuatu yang seru, gue bakal ngegunain momen liburan buat bikin sesuatu. Misal, bikin rumah pohon, bikin meja tenis, atau, bikin anak.

Tapi yang paling sering gue lakuin bareng teman-teman gue waktu libur adalah bikin video-video yang lucu atau bermanfaat. Biasanya tujuannya buat ikutan kontes gitu, biar kalo menang, duitnya bisa dipake jajan bareng. Karena diem-diem, gue itu bounty-hunter alias banci kuis yang suka hunting hadiah-hadiah dari kuis. MUAHAHAHAHA!

Contohnya video ini:



Itu adalah video jadul yang gue bikin bareng teman-teman buat ikutan kompetisi video 10 detik. Dari 7000an peserta, alhamdulillah gue bisa masuk final 10 besar, dan..... kalah.

Tapi gue nggak nyerah, kali ini gue bakal ikut kompetisi film pendek lagi! Kalian mau ikut juga? Hayuk, silakan lawan gue! Kali ini gue bakal ikut kompetisi film pendek yang diadain oleh FIF Group. Jadi, untuk memperingati ulang tahun FIF Group yang ke 25, mereka mengadakan kompetisi film pendek dengan tema "Better Life, Better Future".


Nah, jangan minder buat ikutan lomba ini saat nggak punya peralatan komplit buat syuting atau gimana. Lomba film pendek dari FIF Group ini MEMBEBASKAN kalian buat bikin film pake device apa aja. Pake kamera hape juga boleh, yang penting hasilnya bisa ditonton dan dinikmati. Percuma juga pake kamera mahal kalo nggak bisa make dan gambarnya cuma zoom-in lobang hidung doang.

So, pede aja yuk ikutan lomba film pendek ini. Hadiahnya banyak banget loh!!

Juara pertama dapet duit Rp. 20 juta.
Juara kedua dapet duit Rp. 15 juta.
Juara ketiga dapet duit Rp. 7,5 juta.
Most share winner dapet duit Rp. 1 juta.
Dan ada banyak merchandise lain sebagai hadiah hiburan buat peserta favorit.

Untuk info lebih lanjut, silakan cek link INI.

Tuh, kesempatan menangnya banyak banget kan?! Tunggu apa lagi, buruan ajak temen-teman lo yang kreatif buat bikin film bareng, itung-itung belajar buat bikin film, sekaligus ngisi liburan. Hasil film yang lo bikin ntar bisa juga lo pamerin ke teman-teman pas udah mulai sekolah lagi nanti.

Yap, this is the end of the post. Kalo kalian ada pertanyaan soal lomba film pendek ini, atau mau ngeshare soal cara kalian mengisi liburan juga, silakan tulis di comment box ya! :D