Tampilkan postingan dengan label Tentang Asmara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Asmara. Tampilkan semua postingan

Jika Orang Sedang Jatuh Cinta

16.05 Add Comment
Ngomongin tentang jatuh cinta, mungkin susah buat dipahami oleh orang-orang yang sedang tidak merasakannya. Tapi dari apa yang pernah gue alami, jatuh cinta itu ajaib. Hari ini gue mau nulis tentang jatuh cinta, agar orang-orang yang sudah lama tak mengalaminya, tidak lupa rasanya. Gue percaya, kadang ada beberapa orang yang perlu didorong dulu, agar terjatuh dalam cinta.

image by: gizmodo

Jatuh cinta itu bisa mengubah kita
Tanpa kita sadari, saat kita naksir sama seseorang, kita akan berubah. Berubah menjadi tipe orang yang disukai oleh gebetan. Misal, kalo kita biasanya nggak doyan brokoli, saat gebetan masakin brokoli, mendadak kita jadi suka makan brokoli, jus brokoli, atau bahkan rujak brokoli. Mendadak kita merasa, Brokoli adalah anugerah terindah dari Tuhan.

Jatuh cinta bisa mengubah pribadi kita tanpa kita sadari, karena kita bisa dengan senang hati melakukan hal-hal yang dulunya kita benci. Jatuh cinta bisa membuat kita yang benci dengan omelan, menjadi rindu bila sehari saja tak mendengarkan ocehan. Cinta bisa pelan-pelan mengubah kita menjadi pribadi yang berbeda. Iya, jatuh cinta bisa membuat kita menjadi manusia yang munafik. Mendorong kita melakukan sesuatu yang dulunya kita tidak mau.

Jatuh cinta itu tak peduli dengan dunia
Orang yang sedang jatuh cinta tak akan peduli dengan kata orang. Orang mau bilang pasangan itu alay, orang mau bilang pasangan itu norak, orang mau bilang pasangan itu haram, mereka tak akan peduli. Karena mereka hanya peduli dengan satu hal: bahagia. Iya, selama mereka bahagia berdua, mereka tak akan terpengaruh dengan ucapan dunia. Itulah kenapa, kadang orang yang sedang jatuh cinta cenderung menjauhi/dijauhi teman-temannya. Karena mereka mendadak jadi keras kepala kepada teman-temannya, namun lunak hati kepada pasangannya.

Orang yang jatuh cinta, setiap hari isi otaknya cuma si dia. Setiap saat pengin menyapa. Setiap saat pengin menghubunginya. Karena menurut orang yang sedang jatuh cinta, nggak ada orang lain di dunia yang bisa menghilangkan kesepian di hatinya, kecuali orang yang dia cinta. Dia akan dengan bangga mengumumkan kepada dunia, siapa orang yang dia cinta, walaupun belum tentu orang itu jatuh cinta juga kepadanya.

Jatuh cinta itu menghapus kecerdasan
Gue percaya, orang yang benar-benar jatuh cinta tak akan bisa menggunakan logika. Akan banyak hal bodoh yang dia lakukan tanpa kesengajaan. Kadang, hal itu terjadi karena tekanan diri untuk selalu terlihat sempurna, hingga akhirnya malah kacau jadinya. Misal, pengin ngedate di bioskop doang, pake stelan jas dan sepatu pantofel. Dia berpikir, dengan pakaian semacam itu, dia akan terlihat sempurna. Tapi pada kenyataannya, itu adalah keputusan bodoh untuk memakai pakaian formal di lingkungan kasual.

Jatuh cinta yang telak, bisa meningkatkan kadar kebodohan pelakunya. Biasanya karena orang yang jatuh cinta itu akan terlalu gugup saat bertemu orang yang dicinta. Di situlah kebodohan menguasai kepalanya. Kadang, dalam hati pengin bilang, "Kamulah wanita tercantik di dunia."

Yang muncul di bibir adalah, "Kamu hebat ya, bisa makan pake tangan."

Tapi itulah cinta.. Kalo belum bisa membuat kita kehilangan isi otak, artinya  kita belum jatuh cinta dengan telak.

Jatuh cinta itu bisa mengajak berbuat hal-hal gila
Orang yang jatuh cinta dengan kadar tinggi, akan cenderung melakukan hal-hal yang nggak wajar. Misal, cuma karena gebetan nggak bales chat 1 jam doang, dia bakal duduk mojok di kamar, merenung, sambil mendengarkan lagu "Hampa" - Ari Lasso. Sejam tak berkabar dengan gebetan, dia merasa sangat tersiksa oleh rasa kehilangan.

Orang yang sedang jatuh cinta, bisa melakukan pengorbanan-pengorbanan yang tak wajar. Mereka rela tak makan cuma untuk membelikan obat pasangan yang sedang kesakitan. Mereka rela untuk tak jajan, untuk membelikan kado pasangan. Mereka rela tak tidur, untuk menemani begadang pasangan. Rela tak istirahat meski esok hari harus melaksanakan kewajiban.

Orang yang sedang jatuh cinta, bisa diam-diam mengambil foto-foto profile di sosmed gebetannya. Lalu foto itu diedit pake photoshop dan ditempelkan dengan fotonya sehingga terlihat sedang bersanding berdua. Itu memang hal gila, tapi bisa membuatnya bahagia.

Jatuh cinta itu....

(silakan isi sendiri di kolom komentar, ya!)

Itulah kira-kira hal-hal yang dialami oleh orang-orang yang sedang jatuh cinta sesuai yang gue inget. Semoga orang yang sudah lama tak jatuh cinta, bisa kembali tertarik untuk menghidupkan kembali hatinya.

Tapi, kalo ada temen lo yang mengalami ciri-ciri di atas, tolong dimaklumi, jangan dijauhi. Orang jatuh cinta itu nggak menular, mereka butuh bimbingan, agar tidak merugikan diri sendiri dan orang lain.

Ciao!

Terlalu Posesif, Bikin Poseshit

18.28 Add Comment
Kemarin gue iseng main hashtag di akun twitter gue. Hashtagnya adalah #Poseshit yang isinya sebenernya menyindir kelakuan orang-orang yang terlalu posesif sama pasangannya. Awalnya gue ngetwit begini:


Tapi tiba-tiba temen-temen followers di twitter langsung pada tanggap dan ikut curhat pake hashtag #poseshit.


Sebagian dari mereka mengakui kalo yang ditweetin itu adalah true story, alias pacar mereka seposesif itu. So, hari ini gue bakal bahas efeknya sifat posesif dalam pacaran.

Dalam segala bidang, apapun yang berlebihan tentunya nggak baik. Bahkan misal itu kegiatan positif sekalipun. Misal, berlebihan makan, bisa bikin obesitas. Berlebihan olahraga, bisa bikin cidera. Berlebihan ibadah, bisa bikin lupa urusan dunia. Nah, dalam urusan cinta juga gitu. Saat rasa sayang terlalu berlebihan, pastinya akan memberi efek yang tidak menyenangkan. Orang yang terlalu sayang kepada pasangan akan cenderung menjadi:

1. Over protektif
Karena dorongan rasa sayang, akhirnya bikin orang itu akan mencoba menjauhkan orang yang disayang dari hal-hal yang dianggap bisa membahayakannya, atau membahayakan hubungan mereka. Mulai dari hal yang wajar, misal dia melarang pacar main malem. Sampai ke hal yang tidak wajar, misal dia melarang pacar bergaul sama teman lawan jenis.


Over protektif merupakan sifat yang tidak sehat dalam pacaran. Si pasangan bisa merasa hidupnya terlalu dibatasi. Mungkin memang benar, tujuan si over protektif itu menjauhkan pacar dari hal-hal yang merugikan. Tapi mungkin benar juga, tujuan si over protektif ini adalah mencoba mendominasi si pacar secara berlebihan untuk muasin egonya.

Kasian si pacar, dalam hidup kan kebutuhan untuk berkomunikasi nggak cuma sama pasangan doang. Dia juga pengin mengobrol dengan teman-temannya, dia juga pengin seru-seruan dengan dunianya. Mentang-mentang pacaran, bukan berarti dunia berasa milik berdua. Kita tetap butuh orang-orang di luar lingkup hubungan. Biar apa? Biar kalo lagi berantem sama pasangan nanti, kita nggak sendirian.

2. Over posesif
Selain terlalu 'melindungi' pasangan, terlalu sayang juga bisa bikin orang menjadi over posesif (merasa terlalu memiliki). Orang yang over posesif biasanya akan terlalu 'menempel' ke pasangan. Dia akan menunjukkan kepada dunia bahwa si pasangan adalah miliknya. Biasanya, dia juga bakal maksa pasangan buat mengakui ke publik bahwa dia sudah ada yang punya. Misal:

"Sayang.. Tolong ganti profile picture semua akun media sosial yang kamu punya dong."

"Pake foto apa sayang?"

"Pake foto kita berdua sedang ciuman. Biar nggak ada yang genitin kamu di internet."

"Sayang.. Tolong gilas saja aku pake becak."

Ya, orang over posesif bisa membuat keputusan-keputusan yang cenderung gila. Bahkan, over posesif juga bisa membuat seseorang menjadi gampang cemburu. Misal:

"Sayang, pinjem hape kamu!"

"Buat apa sayang?"

"Aku mau ngomelin cowok yang nge-Love moment kamu di Path! Kurang ajar, udah tau pacar orang masih di-Love segala!"

"Sayang, infus aku pake Wipol, plis.."

Hal-hal semacam itu akan membuat pasangan merasa malu kepada orang-orang yang melihat kelakuan pasangannya. Kalo terus terjadi, si pasangan bakal kehilangan teman karena teman-temannya akan menjauh, takut diomelin pacarnya. Sedangkan bagi pasangan yang diposesifin sendiri juga bakal ngerasa nggak dipercayai. Lalu buat apa punya hubungan kalo nggak punya kepercayaan?

3. Drama
Terlalu sayang biasanya terjadi pada pasangan yang masih seumur jagung pacarannya. Di mana rasa cintanya masih menggebu-gebu. Mereka yang baru dimabuk cinta, biasanya juga berharap untuk menjalani hubungan seindah cerita cinta yang mereka tonton di film-film atau TV. Iya, mereka akan cenderung menjalani hubungan penuh drama. Misal, obrolan sehari-hari bertaburan gombal.

"Sayang.. Meski ada badai topan di bumi ini, aku akan selalu bersamamu hingga mati."

Yah, walaupun pada prakteknya bisa jadi gini:

"Sayang.. ke sini dong.. Aku mau martabak!"

"Ntar ya sayang.. Masih gerimis nih."

Selain bertaburan gombal, orang drama kalo ngambek juga menjijikan. Biasanya mereka berharap seluruh dunia tau tentang masalah yang sedang mereka hadapi. Mereka akan bertengkar di tempat umum, baik itu di dunia nyata, maupun perang di media sosial. Mungkin menjadi pusat perhatian saat bertengkar itu membuat mereka merasa seperti tokoh utama di drama Korea. Tapi faktanya, justru orang-orang kesal karena dipaksa melihat/mendengar kata-kata kotor yang saling mereka lemparkan.

Atau kadang mereka berbuat sesuatu yang ekstrim dramanya saat bertengkar, misal upload poto tangan yang mau disilet ke media sosial dengan caption, "Pokoknya kalo aku mati, salahin dia!"

Sedangkan pasangannya juga upload poto selfie di rel kereta dengan caption, "Pokoknya ini semua salah dia!"

Kalo gue jadi teman orang semacam ini di Media Sosial sih, gue bakal makin kompor-komporin satu sama lain, terus gue tonton lanjutannya sambil ngemil paha sapi hidup-hidup.

Oke.. kayaknya itu aja dulu yang bisa gue share hari ini. Semoga postingan ini mampu bikin orang yang terlalu sayang, tidak melakukan hal-hal gila seperti yang gue sebutin di atas. Karena kembali lagi, hubungan itu yang ngejalanin berdua. Sebaiknya hubungan itu bisa bikin nyaman dua-duanya. Kalo kamu nggak punya pasangan, kamu akan kehilangan sesuatu dalam hidup. Kalo kamu punya pasangan posesif, kamu akan kehilangan hidup.

Ya udah, dilanjut deh, baca tweet-tweet #Poseshit dari teman-teman ini, biar yang posesif makin paham kalo tingkahnya itu konyol:



Kalo kalian mau curhat soal eneg-nya ngadepin orang posesif, silakan share di comment box ya! Ciao!

Pandangan Orang Dewasa Tentang Asmara

17.50 Add Comment
Kemarin gue nembak cewek yang udah cukup lama gue deketin. Respon cewek itu kaget banget waktu gue tembak. Soalnya selama gue deket sama dia, gue nggak pernah ngegombal ataupun ngomongin soal cinta. Yang gue lakuin justru nyoba nunjukin perasaan gue dengan perbuatan nyata, bukan dengan kata cinta. Namun tampaknya dia nggak cukup peka. 

Endingnya waktu gue tembak dia jawab, 

"Sorry.. Gue nggak bisa nerima elo jadi pacar gue. Gue emang nyaman sama elo, gue suka kalo lo anterin makanan, gue suka kalo lo isiin pulsa, dan gue suka cara lo nguras jamban gue. Tapi, selama ini gue cuma nganggep elo sebagai om gue sendiri." Ucapnya sambil sesekali mengelap ingusnya pake rok seragam sekolahnya yang berwarna merah itu.

Gue terdiam. Rasa malu, kecewa, sedih, lega, bercampur jadi satu di dada gue. Gue pun pulang dengan segala perasaan yang menyesakkan dada itu.

Pengalaman di atas bukan pengalaman satu-satunya gue ditolak cewek. Dan rata-rata pada beralasan gue tuh nggak romantis, atau gue tuh membosankan. Mungkin itu salah gue juga, gue udah nggak seaktif zaman gue masih belia dulu. Dan akhirnya gue masuk ke fase dewasa yang intinya, "The more you get old, the more you hate bullshit". Nah.. Gue di fase itu, gue benci basa-basi. Gue udah bosan dengan lingkaran setan: 

Kenalan-PDKT-Pacaran-Ilfeel-Putus-Kenalan lagi, gitu terus sampe sapi bisa kayang.

Adaptasi adalah hal yang tidak mudah dan melelahkan. Harus membuka diri lagi kepada orang baru, harus menceritakan pengalaman yang sudah terlalu muak untuk diceritakan ulang, harus mengenal keluarga si pasangan baru lagi, membuka hal-hal paling memalukan dari dalam diri kepada pasangan baru lagi agar dia bisa mengerti. Capek! Dan bagian paling menyebalkan adalah, hal itu buang-buang waktu.


Kadang remaja pada salah paham, mereka ngira orang dewasa itu membosankan atau nggak asik. Gue lurusin dulu yah.. Orang dewasa itu masih asik kok, tapi sekarang mereka udah nggak mau lagi asik dengan cara remaja yang penuh basa-basi.

Orang dewasa udah nggak suka saling muji, saat nggak ada yang layak dipuji. Orang dewasa nggak mau ngasih harapan palsu bakal dateng ke acara tertentu di saat mereka memang nggak bisa dateng ke acara itu. Orang dewasa nggak akan buang-buang waktu untuk melakukan hal yang mereka tidak suka. Kejujuran semacam itu kah yang kadang kalian anggap sebagai "ketidak-asikan"?

Nggak apa-apa dibilang nggak asik, setidaknya orang dewasa sudah bisa membedakan mana yang diinginkan dan mana yang dibutuhkan. Setidaknya dengan begitu, orang dewasa tau mana yang perlu dilanjutkan, dan mana yang perlu ditolak mentah-mentah dari awal.

Loh? Apa asiknya bisa membedakan mana yang diinginkan dan mana yang dibutuhkan?

Gue bakal jelasin di bawah.

Yap, pengalaman-pengalaman ditolak itu bikin gue mikir bahwa ada banyak miskonsepsi tentang cara pemilihan pasangan yang dilakukan orang-orang. Nah, gue mau bahas dari segi cewek dan cowok nih. Kita mulai dari cewek:

1. Doyan Gombalan
Sesuai pengalaman gue, sebagian cewek lebih mudah hanyut kepada cowok yang doyan muji mereka dibandingkan memberikan perhatian yang lebih nyata. Sebagian cewek lebih mudah tertipu oleh kata-kata dibanding memperhatikan perbuatan orang yang berkorban untuknya. Sebagian cewek lebih memilih cowok yang memberikan bunga mawar nan cantik kepadanya, dibandingkan pria yang memberikan jaket di saat suhu dingin melanda.

Faktanya, memang sebagian cewek lebih mudah jatuh cinta kepada cowok yang bilang, "Cuma kamu cewek di Bumi ini yang aku cinta. Bagiku, kamulah pusat dunia. Tanpa kamu, aku merasa bagai biji tanpa batang, nggak guna". 

Dibandingkan cowok yang bilang, "Aku punya banyak prioritas dalam hidup, salah satunya adalah kamu, tapi kamu bukan yang pertama. Yang lebih utama adalah karier dan keluarga". Gue yakin sebagian cewek bakal komentar, "Dasar cowok nggak romantis!" saat dikasih pengertian semacam itu.

Tapi sebagian cewek emang nggak nyadar bahwa gombalan atau pujian itu hal yang terlalu murah untuk didapatkan. Seorang cowok brengsek bisa ngegombalin 4, 5, atau 6 cewek berbeda dengan gombalan yang sama atau bahkan di kurun waktu yang sama.

Sedangkan perbuatan nyata meski tanpa kata cinta, adalah hal termewah yang bisa didapatkan wanita. Karena dibalik setiap usaha seseorang, pastinya ada pengorbanan yang dia lakukan, dan pengorbanan itu tak bisa diuangkan.

Nah, orang yang mencintai dengan cara MELAKUKAN SESUATU itu nggak gampang. Hal itu menghabiskan waktu dan energi lebih banyak dibandingkan cuma menggombal. Makanya, tukang gombal lebih gampang selingkuh sama cewek-cewek polos pecinta gombalan karena hal itu nggak melelahkan. Sedangkan cowok yang lebih suka memberi perhatian nyata, nggak bakal kuat membahagiakan lebih dari satu wanita di kurun waktu yang sama. Karena lagi-lagi, itu adalah aktivitas yang melelahkan. 

Rumusnya, banyak muji = banyak bohongnya. Banyak janji = banyak ingkarnya.

So girls... Masih doyan gombalan kah?

2. Doyan Cowok Yang Selalu Romantis
Sebagian cewek emang suka dipuja.. Suka banget dikasih kejutan. Ya, sebagian cewek sangat menginginkan kisah cinta yang mereka alami itu bakal seindah cerita di film romance favorit mereka. Padahal hidup itu nggak bisa selalu romantis, bahkan lebih banyak realistis. Iya, aspek hidup yang bakal dihadapi berdua itu nggak cuma soal cinta. Hidup perlu uang, perlu makan, perlu tempat tinggal, dan itu semua nggak bisa ditebus dengan cinta doang.

Cowok yang bertanggungjawab cenderung membagi-bagi fokus hidupnya kepada banyak hal, untuk mengimbangkan semua aspek hidupnya. Itulah kenapa, mereka cenderung sibuk dan cuek sama pasangan di saat mereka sedang mengusahakan kehidupan yang lebih baik. So, mereka mungkin bakal romantis di saat tertentu. Jadi jangan harapkan pria bisa romantis setiap hari seperti saat kalian masih pacaran dan belum bisa ngasilin duit sendiri.

Pria yang doyan selingkuh itu biasanya pengangguran. Karena dia punya banyak waktu luang dan energi yang tersisa. Sedangkan orang sibuk ngapain selingkuh? Satu pasangan aja jarang disentuh.

Sedangkan cowok:

1. Anti Cewek Matre Tapi Aslinya Minder
Diminta bayarin makan malem doang, udah nuduh pacarnya matre. Ditanya udah punya apa buat modal nikah, langsung nuduh pacarnya matre. Pacar minta pulsa saat ditangkap polisi, langsung nganggep matre.

Cowok-cowok minder kayak gini yang perlu belajar lagi artinya matre dan realistis. Kalo lo ninggalin cewek yang menanyakan jaminan masa depan, artinya elo cowok yang minder sama masa depanmu sendiri. Bahkan sangking takutnya sama masa depan, elo sampai ninggalin orang yang mengingatkan soal masa depan.

Cewek yang menanyakan jaminan masa depan itu bukan matre, tapi realistis. Cewek matre itu adalah cewek yang udah minta dibiayain segala keinginannya di saat dia belum jadi apa-apa.

Cewek realistis wajar dong mempertanyakan jaminan masa depan, dia kan kelak juga bakal jadi partner dalam hidup. Dia perlu tau gaya hidup macam apa yang akan kalian jalani, sehingga dia bisa mempertimbangkan, dia bisa menyesuaikan gaya hidup itu atau nggak. Dia bisa menyarankan, lo perlu berjuang lebih keras sebelum nikah atau nggak.

Gue percaya, wanita baik itu akan rela untuk hidup menderita sama pria yang dicintainya, tapi pria baik tidak akan rela membiarkan wanita yang dicintainya hidup menderita. Think about it~

2. Fisik Adalah Segalanya, Tapi Pengin Bahagia
Sebenernya nggak cuma cowok sih, sebagian cewek juga begitu. Malah, sebagian manusia pengin punya pasangan yang cakep, atau rupawan. Tapi apakah memang itu yang dibutuhkan?

Kadang dalam memilih pasangan kita lupa membedakan mana keinginan dan mana kebutuhan, sampai akhirnya mendahulukan keinginan dibanding kebutuhan, yang berujung pada kegagalan hubungan.

Contohnya gini, keinginannya punya pasangan yang cakep, tapi kebutuhannya punya pasangan yang selalu perhatian. Sayangnya, pasangan yang perhatian ini nggak memiliki tampang yang cakep. Dan anehnya, sebagai manusia kita kadang malah memilih orang yang tampangnya cakep dibanding orang yang bertampang biasa aja namun bisa ngasih perhatian.

Nah, di titik ini artinya kita sudah mendahulukan keinginan dibandingkan kebutuhan. Akhirnya pun bisa ditebak, hubungan itu nggak bakal bertahan lama karena apa yang kita butuhkan nggak ada di dalam orang yang udah dipilih berdasarkan keinginan itu. Ya, tanpa perhatian, kita nggak bisa nyaman meskipun pasangannya rupawan.

So, dari point ini, gue mau menyarankan, "Jangan cari pasangan berdasarkan apa yang lo MAU, tapi yang lo BUTUH. Lo bisa bosen ama yang lo MAU, tapi lo nggak bisa lepas dari KEBUTUHAN".

Yap.. Segini aja cuap-cuap gue sore ini. Maaf kalo agak random. Ini nyolong-nyolong waktu kerja di kantor buat ngepost, biar pikiran lega dan nggak disesakin oleh ide-ide yang gue tumpahin di postingan ini. Semoga berguna!

Ciao!

Ciri-ciri Gebetan Yang Gak Tertarik Sama Lo

17.41 Add Comment
Supri punya gebetan bernama Ningsih. Dia kenal Ningsih karena setiap hari Supri mengantarkan Tahu dagangan ibunya ke warung Ningsih. Sejak pertama melihat Ningsih, Supri sudah sangat tertarik. Meskipun saat itu Supri masih TK, dia meminta ibunya untuk melamar Ningsih. Dan Supri pun dibawa ke psikiater.

Meski Sudah 12 tahun Supri naksir sama Ningsih, tapi tampaknya tak ada perkembangan apa-apa. Supri tetap tak pernah berhasil menjadikan pacarnya, apalagi istrinya. Sebenarnya sangat terlihat jelas kalo Ningsih nggak suka sama Supri, tapi Supri tak bisa menyadari.

Nah, gue curiga di antara kalian ada yang pernah mengalami itu. Nggak bisa disalahin sih, orang jatuh cinta memang cenderung buta. Dan orang jatuh cinta, level ge'ernya bisa berjuta-juta. Misal orang yang dia sukai minjem pulpen doang, si orang jatuh cinta ini biasanya bakal mikir, "Wih.. Dia minjem pulpen gue. Pasti dia juga suka sama gue!"

Atau misal orang yang dia suka nebeng pulang sekolah, dia biasanya bakal mikir, "Wih.. Dia minta gue boncengin, pasti dia ngerasa nyaman sama gue!"

Atau bisa juga misal orang yang dia suka minjem duit, minjem mobil, dan minjem ATM, terus dibawa kabur ke luar negeri, si orang jatuh cinta ini pun mungkin bakal mikir, "Wih.. Dia bawa semua yang gue punya. Pasti dia pengin memiliki hati gue juga."

Oke, di sini gue hadir untuk memberikan pencerahan kepada kalian yang mungkin lagi jatuh cinta, dan dibutakan oleh cinta. Di bawah ini bakal gue share beberapa ciri-ciri gebetan yang nggak tertarik sama lo. So, biarpun lo lagi dimabuk cinta, lo bisa nyadar juga batas usaha lo seberapa. Biar nggak banyak waktu yang lo buang sia-sia buat berjuang sendirian demi si dia. Here they are:

1. Bales chat lama
Kalo gebetan lo kirimin pesan via chat/SMS terus dia selalu balesnya 1 jam atau 1 hari kemudian, bisa dipastikan kalo dia nggak tertarik sama lo. Kenapa? Karena lo nggak dianggap penting, makanya dia nggak menganggap chat lo perlu dibalas secepatnya.


Nah, saat lo nggak dianggap penting, artinya dia nggak tertarik sama lo. Soalnya, kalo orang tertarik sama lo, pastinya dia bakal menganggap lo sebagai orang spesial yang juga harus diperlakukan secara spesial.

2. Susah diajak ngedate
Supri mengajak Ningsih ngedate ke fly-over. Tapi Ningsih selalu menolak dengan 1001 alasan. Mulai dari dia sibuk gorengin tahu, sampe alasan dia sibuk ngupasin kerak bumi. Tapi Supri selalu menganggap alasan itu masuk akal. Supri tidak pernah menyerah. Setelah ratusan kali Ningsih nolak, akhirnya Ningsih mau juga diajak ngedate sama Supri di Fly-Over.

Sore itu Supri sangat bahagia. Dia sampe-sampe dia mandi pake parfum Hugo Boss biar Ningsih ngerasa sayang sama dia. Tapi mungkin dengan parfum sebanyak itu, Ningsih malah bakal mimisan lewat kuping.

Supri sudah di Fly-Over menanti Ningsih karena Ningsih bilang dia tidak mau dijemput. Mereka janjian ketemuan di Fly-over pukul 5 sore. Akhirnya Supri mengikuti saja kemauannya, dengan tetap on time tiba di sana. Sesaat kemudian, Supri melihat Ningsih dari kejauhan. Supri merasa sangat bahagia. Tapi, kebahagiaannya tak berlangsung lama. Ternyata Ningsih ngedate sambil membawa dua temannya. Akhirnya, kencan mereka sore itu tak seindah yang Supri bayangkan dulu. Ningsih malah ngobrol sama teman-temannya itu, dan Supri dicuekin mulu.

Nah, kalo di titik ini Supri belum ilfeel juga sama Ningsih, artinya Supri sudah dibutakan oleh cinta. Sebenarnya dengan sudah mengenal Supri selama belasan tahun, Ningsih tak perlu khawatir akan pertemuan itu. Jadi, Ningsih membawa teman-temannya dengan tujuan dia tak ingin membuat Supri berpikir bahwa pertemuan di fly-over itu adalah sebuah kencan. Kasian.

3. Nunjukin kalo dia suka sama orang lain
Ningsih sering update status yang tujuannya untuk nunjukin kalo dia suka sama cowok lain. Contoh:

"Aku kangen kamu mas.."
"Mas.. Jenggotmu itu lucu deh mas.. Ngangenin."
"Mas.. Tinggalkan istrimu buat aku, mas.."

Nah, Supri itu nggak punya jenggot, dan Supri juga nggak punya istri. Namun saat Supri melihat update status Ningsih, Supri masih nggak paham kalo itu tujuannya untuk membuat Supri mengubur dalam-dalam harapannya kepada Ningsih.

Saat Supri membaca update status Ningsih soal jenggot, Supri malah membuka celananya dan melihat isinya, Supri ngomong dalam hati, "Iya yah.. Jenggotku lucu juga.. Pantes kamu suka, Ningsih.."

Saat Supri membaca update status Ningsih yang minta gebetannya buat ninggalin istrinya, Supri malah komen, "Tidak.. Aku tidak akan menikahi siapapun selain kamu, Ningsih.. Jadi, kamu tak perlu memintaku meninggalkan istriku kelak. Karena istriku cuma kamu."

Melihat komen itu, Ningsih langsung menginfus dirinya sendiri pake cairan pembersih porselen.

4. Pasif
Pernah nggak lo ngechat orang, terus orang itu cuma jawab pake kata-kata yang pendek-pendek doang? Misal:

Lo: Hai.. Apa kabar kamu? Hari ini aku abis main futsal ngelawan Christiano Ronaldo loh. Terus lanjut main PS sama David Beckham. Sorenya aku dinner sama Scarlett Johanson. Seru deh!
Dia: Oh.

Atau,

Lo: Kamu kok gak ada kabar? Ke mana aja? Semoga kamu gak apa-apa ya..
Dia: Y

Selain bales chat pendek-pendek, dia juga nggak pernah nyapa duluan di saat lagi nganggur. Itu artinya, dia nggak tertarik sama lo. Soalnya, dengan dia nggak pernah nyapa elo, artinya elo nggak pernah ada di dalam pikiran dia. Dengan membalas chat lo pake kata-kata pendek, artinya dia berpikir bahwa kalorinya pun terlalu berharga buat dipake balesin chat lo. Masih kurang yakin dia nggak tertarik sama lo? Cinta emang nggak bisa dilogika, tapi jangan bego juga ya!

5. Dia bilang gak suka
Saat Ningsih sudah melakukan banyak kode yang nunjukin kalo dia bener-bener nggak tertarik sama Supri, tapi Supri masih ngejar-ngejar dia, akhirnya Ningsih ngasih tau kalo dia nggak suka sama Supri.

"Lo tau nggak sih? Kita itu nggak pernah cocok!"

"Maksud kamu apa, Ningsih?" Jawab Supri dengan nada melas.

"Kamu Libra, aku Aries. Kamu suka Merah, aku suka biru. Kamu makan nasi, aku fotosintesis. Kita itu nggak pernah sejalan! Paham gak sih?!" Ningsih mengucapkan kalimat itu dengan muka merah padam.

Mendengar penjelasan Ningsih, Supri diam beberapa saat, lalu menjawab, "Enggak."

"Emang capek ngomong sama lo! Udahlah.. Jangan ganggu gue lagi. Bye!" Ningsih pun pergi meninggalkan Supri. Dia dijemput om-om buncit bermobil mewah.

Supri diam di pinggir jalan tol dan melamun. "Ningsih, aku tau.. Pasti kamu cuma mau ngetest seberapa tangguh aku mengejarmu kan? Aku gak akan nyerah, Ningsih.. Nggak akan.. Hehehe!"

Oke.. Kalo masih ada di antara kalian yang berpikiran kayak Supri di point terakhir ini, mending lo segera dirukiyah deh. Gue yakin lo abis jadi korban pelet.

Inget.. Cinta itu nggak perlu dipaksa, cinta itu cuma perlu diyakinkan saja. Jangan pernah menghabiskan waktumu untuk berjuang sendiri. Bergerilya di medan perang yang tak pernah dihargai. Berkorban untuk orang yang tak pernah mengerti. Simpan tenaga dan usahamu untuk orang yang memang bisa diperjuangkan, kawan. Sehingga lo bisa mengerti makna dari kebahagiaan. Yaitu mendapatkan apa yang layak lo dapatkan. ;)

Okay.. Udah dulu postingan untuk hari ini. Gue harap, semoga tulisan gue hari ini bisa mencerahkan siapapun di antara kalian yang sedang dibutakan oleh asmara. Semoga kalian bisa memperjuangkan hal yang nggak sia-sia. Apa di antara kalian pernah punya gebetan yang kayak di atas? Point mana aja yang pernah lo dapetin atau lakuin? Silakan share di comment box ya! Atau, kalo ada yang mau ditanyain mengenai topik ini, silakan tulis di comment box yah. Bakal gue jawabin setiap pertanyaan yang memang perlu jawaban serius. Thanks for reading my post. Ciao!

Yang Lo Rasain itu Cinta atau Apa?

17.34 Add Comment

Supri menghampiri Ningsih yang lagi boker di jamban lele. Dia duduk di depan pacarnya yang sedang ngeden-ngeden itu. Supri nengok kanan dan kiri, memastikan tidak ada benda tajam maupun bom atom di sekitarnya.

"Ningsih.. Aku mau ngomong."

"I-Iyaaa!! A-Aaaapaaa?!" Ningsih menjawab pertanyaan Supri sambil ngeden-ngeden.

"Gini.. Aku mau kita bubaran.." Supri mengucapkan kalimat itu sambil menatap tajam-tajam mata Ningsih untuk menunjukkan keyakinannya.

"L-Loooh?! Ke-Kenapaaaahhh?!" *Plung!*

"Nggak tau, tiba-tiba persaanku ke kamu hilang gitu aja. Hambar. Jadi daripada membohongi diri sendiri, dan membohongi kamu, aku mau kita bubar aja. Maaf ya." Supri mengernyitkan dahi, dan menunjukkan ekspresi melas.

"Hmm.. Alasan bul-bullshittt!!" *Plok!* Ningsih menangkap e'eknya sendiri, lalu melemparkan ke wajah Supri. Ningsih segera cebok dengan sebotol fanta yang dia bawa, kemudian berlalu. Supri pun terjangkit penyakit kusta di wajahnya.

Mungkin sebagian dari kalian udah pernah ngalamin kejadian kayak di atas. Ntah sebagai orang yang mutusin, atau diputusin. Nah, menurut analisa gue, itu bukan alasan bullshit. Itu adalah alasan yang realistis. Perasaan bisa hilang kapan aja, apalagi kalo yang dirasain itu bukan cinta, melainkan cuma kekaguman aja.

Ha? Kagum? Maksud lo, Al?!

Oke, mending gue jelasin beberapa tipe cinta orang yang kadang nggak disadari oleh orang yang mengalami. Here they are:

Cinta Karena Kagum
Supri ketemu seorang cewek yang lagi yoga di fly over. Melihat kegemulaian tubuhnya, Supri mendadak deg-degan dan segera beribadah. Tubuh cewek itu terlihat kencang sekali. Dadanya kencang, bahkan karena kencangnya bokong cewek itu, bokongnya bisa naik hingga menyentuh punggung. Pemandangan itu membuat Supri ngiler tiga ember.

Supri pun memarkirkan mobilnya di pinggiran fly over, lalu dia berjalan sambil koprol untuk mendekati cewek itu pelan-pelan. Sesampainya di samping cewek itu, Supri pura-pura ikutan Yoga. Akhirnya, cewek itu melihat keberadaan Supri di sampingnya.

"Eh? Suka yoga juga?" Cewek itu bertanya sambil melakukan gerakan planking.

"I-Iyaaa!!" Supri menjawab sambil ngeden-ngeden karena tidak pernah melakukan planking sebelumnya.

"Oh.. Udah lama ngelakuin Yoga?"

"U-Udaaah.. Dari zaman SD."

"Wow! Mau dong, kapan-kapan diajarin. Yuk yoga bareng!"

"B-Boooleeehhh.." Supri ngeden makin kencang, seluruh badannya sudah bergetar hebat.

"Oiyah.. Namaku Ningsih, nama kamu siapa?" Ningsih berdiri dan menyodorkan tangan kanannya untuk berjabatan.

"Namaku Supri." Supri segera ikut berdiri lalu menyambut tangan Ningsih dengan penuh semangat.

Sejak hari itu, Supri membeli banyak DVD dan buku tentang Yoga. Lalu dia pelajari semuanya agar Ningsih mengira Supri benar-benar paham yoga. Meskipun di minggu pertama, seluruh tubuh Supri kram semua. Semakin lama, Supri dan Ningsih pun jadi makin sering ketemu karena mereka suka ngelakuin yoga bareng di rumah, di sawah, atau kadang di jalan tol. Sebulan kemudian, Supri dan Ningsih pun jadian. Tapi, seminggu setelah jadian Supri mutusin Ningsih karena dia merasa tidak ada yang spesial dari Ningsih. Perasaannya tiba-tiba hambar gitu aja.

"Ningsih.. Putus yuk!"

"Loh? Kenapa? Ntah kenapa, perasaanku ke kamu tiba-tiba hilang gitu aja."

"Wah.. Sama.. Ya udah, putus yuk!"

Oke.. Di kasus ini, Supri ngalamin cinta yang singkat karena cuma bermodalkan kekaguman. Cinta kayak gini, biasanya nggak bakal awet karena siklusnya bakal kayak gini:

Kagum-> Kenalan-> PDKT dengan mencoba jadi sosok sempurna agar bisa membuat gebetan terpesona-> Jadian-> Capek akting jadi sosok sempurna terus-> Sifat asli pelan-pelan keluar-> Pasangan ilfeel-> Putus.

Iya, mencintai cuma dengan modal kagum doang, tidak akan bertahan lama karena kekaguman itu bisa hilang saat kita tau sifat asli si dia. Apa sih yang bikin kita tetap kagum sama si dia? Ya semua persepsi positif kita tentang si dia lah. Biasanya persepsi positif ini tumbuh dan bertahan di masa-masa PDKT, di saat dia masih jaim juga dan bisa terlihat sempurna. Nah, pas abis jadian, si dia bakal mulai nunjukin ketidak sempurnaannya. Persepsi positif kita tentang gebetan akan bertemu dengan realita dan fakta. Kalo kita tidak bisa menolerirnya, ya udah.. Perasaan kagum itu bakal hilang gitu aja.

Salah kita di mana? Salahnya cuma di bagian kita nggak bisa ngebedain perasaan kagum sama perasaan cinta. Cinta itu harusnya nggak semudah itu pudar dan jadi hambar.

Cinta Karena Penasaran/Obsesi
Supri suka Ningsih dari zaman masih sama-sama jadi embrio. Sejak balita, Supri udah berani ngajak jadian Ningsih. Biasanya, Supri ngajak Ningsih main pengantin-pengantinan untuk memulai modusnya.

"Ningsih.. Tadi kan kita abis main pengantin-pengantinan, menurut aku kita cocok loh jadi pengantin beneran." Supri memulai modusnya.

"Maksudnya?" Ningsih yang masih polos tidak bisa menangkap kode Supri.

"Kamu mau nggak, jadi pacar aku?" Supri pun mulai blak-blakan.

"Umm.. Nggak ah.. Aku belum boleh pacaran sama mama. Kata mama, gandengan tangan sama cowok itu bisa bikin hamil. Aku belum mau hamil! Aku takut ngelahirin! Aku belum bisa nete'in anakku! Tete'ku belum tumbuh!! Huhuhuuuuu.." Ningsih menangis sesenggukan lalu berlari pulang ke rumah.

Itu adalah saat pertama Supri menembak Ningsih. Dan itu tentu bukan saat terakhir Supri nembak Ningsih. Pas SD, SMP, SMA, Supri nembakin Ningsih mulu dan nggak pernah diterima. Supri pun semakin gemes. Setiap bangun tidur, hal pertama yang Supri pikirkan adalah bagaimana cara dia menembak Ningsih hari itu, bagaimana dia bikin surprise buat Ningsih hari itu, dan bagaimana cara bawa Ningsih ke penghulu.

Sampai akhirnya, saat mereka sudah kuliah, Supri lagi-lagi nembak Ningsih. Melihat Supri yang tak pernah menyerah, Ningsih pun luluh dan ngasih kesempatan buat jadian. Ya, mereka pun pacaran. Hari itu Supri senang luar biasa karena usahanya bertahun-tahun terbayar sudah.

Tapi setelah jadian, ada banyak hal yang berubah dari kehidupan Supri. Bangun tidur, dia tak perlu memikirkan lagi hal-hal untuk membuat Ningsih cinta padanya, tiap mau tidur pun Supri tidak lagi ngomel-ngomel di kamarnya karena habis ditolak cintanya. Pelan-pelan, Supri nyadar bahwa perasaannya ke Ningsih setelah jadian malah hambar.

"Ningsih.. Putus yuk!" Supri mengucapkan kalimat itu saat mereka makan siang bersama di kantin kampus.

"Loh? Kenapa?" Ningsih terlihat agak kaget mendengar kalimat Supri itu.

"Nggak tau kenapa, perasaanku ke kamu mendadak hambar aja."

"Oh gitu.. Jadi selama ini yang kamu rasain bukan cinta ya?" Ningsih menjawab dengan tenang sambil menelan sebongkah bakpau tanpa dikunyah.

"Iya.. Kayaknya aku cuma penasaran aja."

"Tuh kan.. Itulah kenapa aku nolak kamu sejak dulu. Soalnya, target kamu sama aku itu cuma jadian, bukan mencari kebahagiaan setelah jadian. Jadi, setelah jadian, kamu nggak bakal tau lagi apa yang mau kamu lakukan."

"......."

"Ya udah, putus yuk!" Setelah mengucapkan kalimat itu, Ningsih pun pergi.

Hari itu, Supri memang putus cinta, namun tidak patah hati. Tapi dia menyadari, bahwa selama ini yang dia rasakan bukan cinta, namun cuma penasaran. Itu murni kesalahan Supri yang tak bisa membedakan rasa cinta dan penasaran. Memang banyak kok orang di luar sana yang memulai hubungan cuma dengan modal rasa penasaran. Jadinya, setelah rasa penasarannya terjawab, rasa hambar pun hinggap.

Cinta Karena Kasian
Supri jadian sama Ningsih karena Ningsih bilang, usianya cuma tinggal 3 bulan. Ningsih ngaku-ngaku kalo dia didiagnosa kena penyakit jerawat jantung. Jadinya, dia bakal meninggal saat jerawat di jantungnya pecah. Atas permintaan Ningsih, Supri pun jadian demi mengisi saat-saat terakhir hidup Ningsih dengan kebahagiaan bersamanya.

Namun 6 bulan berlalu, dan Ningsih nggak mati-mati juga. Supri pun mulai ngerasa kelelahan karena kelamaan jadian tanpa make perasaan, cuma karena kasian.

"Ningsih.."

"Iya.."

"Putus yuk!" Supri mengucapkan kalimat itu dengan nada yang mantab.

"Loh? kenapa?"

"Abis.. kamu nggak mati-mati. Dulu bilangnya kan cuma 3 bulan. Ini udah 6 bulan kita pacaran, kamu masih sehat-sehat aja."

"Ya udah.. Aku juga udah bosen kok pacaran sama kamu. Aku bakal ngegebet cowok lain dengan alasan penyakitku. Bye!" Ningsih segera melompat dari jendela mobil yang disetir Supri di jalan tol.

"....."

Lagi-lagi, perasaan yang dibangun bukan karena cinta namun karena terpaksa, pasti bakal ketemu titik jenuh juga. Titik di mana kita tidak mampu lagi mempertahankannya karena sudah capek rasanya. So, cinta karena kasian, tetaplah bukan cinta, namun iba.

Cinta Tanpa Karena
Supri sudah temenan sama Ningsih sejak masih sama-sama masih di ovarium. Mereka tumbuh bersama di lingkungan yang sama. Setiap pagi, mereka bertemu dan mengobrol di pinggir kali sambil membakar ubi. Setiap siang, mereka suka berenang bersama di danau belakang kampung. Setiap malam tiba, mereka pun ronda bersama. Mereka tidak memiliki ketertarikan yang berlebihan antara satu sama lain. Bahkan, mereka tidak pernah ngomongin soal perasaan. Justru setiap hari obrolan mereka malah hancur sehancur-hancurnya. Kadang ngegossipin pak RT yang suka bobo bareng bu RT. Kadang ngomongin soal pak hansip yang suka jogging di malam hari sambil bawa senter. Pokoknya, obrolan mereka sama sekali nggak penting, namun mereka selalu bisa ketawa bersama.

Sampai akhirnya, suatu hari saat mereka lulus SMA, mereka harus berpisah. Ningsih harus kuliah di luar kota, dan Supri tetap di kampung untuk menggarap sawah milik keluarga. Seminggu berlalu, Supri tidak punya teman lagi untuk membakar ubi, Supri tidak punya teman lagi untuk mandi di danau, dan Supri nggak punya teman ronda. Hidup Supri mendadak jadi sepi.

Ternyata, Ningsih pun merasakan hal yang sama di kota. Setiap hari Ningsih cuma sendirian saja. Dia tak punya teman untuk melakukan apa-apa. Karena tidak ada yang tertarik buat ngegossipin pak RT dan bu RT bareng dia. Lama-lama, kesepian pun mulai menyiksa mereka. Mereka jadi sering sakit karena tidak mau makan lagi tanpa satu sama lain, tidak mau mandi lagi tanpa satu sama lain, tidak mau ngobrol lagi tanpa satu sama lain. Hingga akhirnya, Ningsih memaksakan diri untuk pulang ke kampung dan bertemu Supri.

Saat mereka bertemu kembali, ada rona bahagia berpijar di keempat mata mereka. Mereka berdua seperti orang dehidrasi yang bertemu air dingin, orang yang ngantuk berat dan melihat kasur, atau seperti pengidap penyakit flu yang bertemu inhealer. Ya, akhirnya mereka menyadari bahwa mereka membutuhkan satu sama lain, melebihi dari kebutuhan mereka kepada siapapun di dunia. Mereka pun mulai menyadari kalau mereka saling jatuh cinta, bukan karena apa-apa, tapi saling membutuhkan aja.

Cinta tanpa karena, tipe cinta ini biasanya menciptakan hubungan yang awet. Soalnya, cinta yang ini tidak dibuat-buat dengan alasan-alasan tertentu kayak cinta-cinta yang ada di point 1 sampai 3 di atas. Bukan pula cinta yang diciptakan secara sengaja. Bukan cinta yang dibuat seolah-olah sempurna. Bukan cinta yang dicocok-cocokin kepribadiannya.

Cinta tipe ini tercipta oleh kuantitas dan kualitas kebersamaan yang sudah diuji.

Sering barengan-> Menciptakan kebiasaan barengan-> Kebiasaan pun menciptakan kebutuhan. 

Sehingga, mindset pasangan di sini bukanlah orang yang bisa menciptakan kekaguman, bukan orang yang bisa bikin penasaran, dan bukan juga orang yang bisa bikin kasian. Pasangan di hubungan ini ada karena terciptanya sebuah kebutuhan. Kebutuhan untuk selalu bersamanya, kebutuhan untuk selalu melengkapi hari-hari bersamanya, kebutuhan untuk selalu mengobrol bersamanya. Nah, kebutuhan itu tercipta karena kecocokan. Bukan kita yang mencocok-cocokan diri dengan pasangan, melainkan waktu yang pelan-pelan menunjukkan banyaknya kecocokan kita bahkan di saat kita tidak menyadari ada banyak kecocokan di sana.

Eh, Al.. Kalo udah lama bareng, ngerasa saling butuh, tapi nggak ditembak gimana? Kan sakit!!

Jawaban dari pertanyaan lo itu, klik link ini: Pacaran kudu nembak? Penting?!

Wah.. uadh pajnang bagnet gue ngetik. Tuh apme typo-typo kan. Udah dulu ya tulisan gue hari ini. Semoga bisa ngasih pencerahan buat kalian yang sedang mencinta, habis putus cinta, atau lagi mau mengatasnamakan cinta untuk alasan lainnya.

This is the end of the post. Kalo kalian mau sharing pengalaman tentang tipe-tipe cinta yang pernah gue bahas di sini, atau mau bertanya soal tipe cinta yang sedang lo jalani, share aja di comment box ya! Dadaaahh!!