Cara Benar Menghitung Diskon 80%+12%+12% Bukalapak.com

10.51 Add Comment

Haloo sobat media2give^^ Pada kesempatan kali ini saya akan mengulas tuntas seputar diskon,lebih tepatnya soal Cara Menghitung Diskon 80%+12%+12% Bukalapak.com.Di akhir tahun seperti ini banyak toko-toko barang maupun toko online yang berlomba-lomba memberikan diskon kepada konsumen.Besarnya diskon bahkan bisa di bilang gila-gilaan.Bayangkan saja,ada situs belanja online yang memberikan diskon

Apakah Kekurangan Kita itu Adalah Kelemahan?

16.25 Add Comment
Kemarin gue ngobrol-ngobrol sama temen gue yang udah cukup dewasa. Dia baru saja ditinggalkan oleh suaminya. Sebut saja, Ningsih namanya. Ningsih curhat tentang cowok-cowok yang mendekati dia cuma karena alasan dia adalah seorang janda. Dia pun stress juga karena setiap cowok yang ngedeketin dia, tujuannya nggak ada yang serius. Selalu cuma mau main-main, atau cuma seneng-seneng doang. Karena alasan itu, akhirnya Ningsih males buat pacaran lagi. Dia jadi apatis sama setiap cowok yang mau mendekati dia.

Tapi dari semua cowok-cowok iseng itu, Ningsih juga bercerita tentang seorang cowok yang mendekati dia secara tekun. Hampir setahun lamanya cowok itu selalu menghubungi Ningsih secara intens. Tuh cowok lebih muda dari dia, punya karier yang oke, dan kehidupan yang mapan. Saat gue tanya, apakah Ningsih akan menerima cowok itu, Ningsih menjawab tidak. Ningsih bilang, dia ngerasa nggak layak buat dimiliki cowok itu karena Ningsih punya banyak kekurangan. Statusnya yang sudah janda, anaknya yang udah gede, adalah beberapa kekurangan yang membuat dia menolak cowok itu. Ningsih merasa tidak pantas untuk memiliki pria itu, karena dia berpikir, di luar sana masih banyak cewek yang lebih menarik, masih perawan, dan lebih layak untuk memiliki cowok itu.

Di titik itu, gue gemes sama Ningsih. Dia merasa kesepian karena tidak punya pasangan untuk membesarkan anaknya. Tapi di sisi lain, dia menolak orang yang bersedia menerima apa adanya. Karena cerita itulah, gue mau berbagi kepada kalian di postingan ini. Gue pengin membahas tentang hal-hal di dalam diri kita yang kita anggap sebagai kekurangan.


Sadar nggak sih, kadang kita itu terlalu sibuk melihat kekurangan kita sendiri dibanding kelebihan kita? Sadar nggak sih, kadang orang lain tidak menyadari tentang kekurangan kita? Justru mereka baru menyadari kekurangan kita, dari sikap kita saat mencoba menutup-nutupi kekurangan kita.

Gue pernah membaca buku yang ditulis oleh seorang biksu Tibet bernama Ajahn Brahm. Dia bercerita tentang seorang pemilik rumah yang gundah karena rumah yang dia bangun, ada satu batu bata yang dipasang terbalik. Bukan horizontal posisinya, tapi vertikal. Karena hal itu, pemilik rumah terlihat sangat kecewa dan merasa rumahnya tidak sempurna. Lalu biksu itu berkata, 

"Apakah dengan satu batu bata yang terbalik itu, rumahmu akan ambruk?"

"Tidak." Jawab si pemilik rumah.

"Apakah dengan satu batu bata yang terbalik itu, rumahmu bisa ditembus oleh air hujan, maling, dan binatang liar?"

"Tidak pernah" Pemilik rumah menggelengkan kepalanya.

"Apakah dengan satu batu bata yang terbalik itu, orang-orang akan menganggap rumahmu jelek?"

"Belum ada yang bilang begitu." Pemilik rumah kembali menggelengkan kepalanya.

"Nah.. Kalau begitu, apa yang kamu khawatirkan dari rumahmu?"

"Aku menginginkan rumah yang sempurna konstruksinya.  Satu kekurangan ini mengganggu pikiranku."

"Sadarlah.. Batu bata yang terbalik ini memang mungkin tidak indah bentuknya. Tapi lihatlah.. Posisinya memang seperti itu untuk menutupi bagian yang kosong di bagian tembok pojok ruangan. Apabila kamu memaksakan untuk tidak memasang batu itu dengan posisi seperti sekarang, bagian tembok itu tidak akan kuat. Kamu memilih rumah yang sempurna bentuknya namun tidak kuat, atau rumah yang memiliki kekurangan bentuknya, namun kokoh?" Biksu menjelaskan sambil menunjuk bagian pojok rumah yang batu batanya terbalik itu.

Pemilik rumah terperangah, lalu menyadari apa yang dikatakan Biksu itu benar. Dia pun tersenyum, dan segala muram durjanya hilang seketika.

Itulah manusia, kadang kita terlalu fokus kepada kekurangan kita, sampai akhirnya kita melupakan kelebihan kita. Gue jadi inget sama cerita gue sendiri dulu, di mana setelah gue kecelakaan, dan mata kanan gue mengalami cacat permanen. Gara-gara cacat di mata itu, gue jadi kehilangan semua rasa percaya diri gue. Gue pun tutupin mata kanan gue pake perban putih besar, meskipun sudah nggak luka lagi. Gue cuma nggak mau orang-orang melihat cacat gue di mata ini.

Keputusan itu ternyata membuat hidup gue semakin kacau. Orang-orang yang gue temui malah melihat perban gue dan membahas hal itu setiap kali kita mengobrol. Yah, gue pun semakin ngedrop. Akhirnya, setelah jengah dengan pertanyaan-pertanyaan orang, gue mulai mikir nothing to lose. Sudahlah, gue lepasin nih perban di mata. Gue plaster dikit aja di pojokan mata, karena kondisi mata gue kalo tanpa plaster itu, bakal selalu ngeluarin air mata. Kelopak mata gue masih sedikit terbuka, setelah operasi terakhir di mata gue.

Setelah gue nyoba cuek dengan cacat di mata gue, justru malah sedikit orang yang notice kalo mata gue nggak sempurna. Tapi ada juga orang yang notice dengan keadaan mata ini. Setiap ada yang nanya mata gue kenapa, gue langsung ceritain sejarah mata gue seperti di postingan INI. Dan setelah gue nyeritain itu, yang ada mereka malah salut dengan masa lalu gue yang begitu kelamnya, dan gue bisa survive. Jadinya, gue nyadar, ternyata kekurangan dalam diri kita, nggak selalu jadi kelemahan. Justru kadang itu malah menjadi kekuatan tersendiri yang membuat orang merasa kita lebih spesial.

Kembali kepada soal Ningsih. Berbekal pengalaman itu, gue pun ngasih masukan untuk Ningsih. Agar dia nggak pesimis lagi tentang keadaannya. Dia selalu pesimis untuk menerima orang baru karena dia merasa status janda dan punya anak itu akan membuat cowok-cowok ilfeel sama dia. Gue jelasin ke dia, bahwa status janda dan punya anak itu bukanlah kekurangan.

"Kalo ada cowok yang datang ke elo, harusnya elo nggak boleh minder. Justru cowok itu yang harus minder." Gue mulai coba jelasin ke dia.

Ningsih mengernyitkan dahi, "Kok bisa?"

Gue pegang pundak Ningsih, dan tatap matanya dalam-dalam, "Gini.. Lihat deh, Ning.. Dengan status lo yang janda, lo kerja dengan jalan yang halal, lo bisa ngegedein anak, nyekolahin anak, sendirian. Kok bisa lo anggep itu kekurangan. Justru itu kelebihan."

Ningsih terdiam, dan gue melanjutkan, "Bisakah dia menjadi pasangan yang lebih bertanggungjawab dari lo? Bisakah dia lebih tangguh dari lo? Cowok yang datang ke elo, istilahnya udah nggak perlu mikir berat banget untuk nafkahin lo. Karena lo udah bisa ngelakuin itu semua sendiri sebelumnya. Justru dia sendiri yang harus membuktikan bahwa dia bisa lebih baik usahanya dibanding lo, karena dia cowok. Ngerti?"

Ningsih mengangguk dan tersenyum.

"Pokoknya, jangan galau lagi. Kalo ada cowok datang ke elo, kasih tau dia, bahwa tanpa ada dia, hidup lo udah jalan dengan baik. Jadi, kedatangan dia harus bisa membuat hidup lo lebih baik, bukan makin ribet. Karena elo sudah mandiri, pastikan cowok itu bisa menyokong kemandirian elo, bukan memanfaatkan elo."

"Tapi kegagalan pernikahan itu kan nilai minus juga, Litt." Ningsih kembali mengeluh.

"Gini.. Kan pernikahan lo gagal, jelas karena laki lo dulu kabur sama cewek lain. Ninggalin lo dan anak lo. Apakah itu salah lo? Enggak. Justru lo harus bangga, karena lo masih bisa survive dengan hal itu." Gue kembali menepuk pundaknya. Ningsih tersenyum.

Itulah akhir dari obrolan kami. Ningsih tampaknya sekarang sudah nggak galau-galau lagi. Gue liat, dia udah mulai posting foto-foto ngedate sama cowok. Gue seneng ngelihatnya. Gue seneng, karena apa yang gue saranin, bener-bener mampu dia tangkap dengan baik.

Kesimpulannya sih, jangan takut untuk terlihat tak sempurna di depan orang lain. Kekurangan itulah yang membuat kita disebut manusia. Terlalu berusaha untuk membuat diri kita terlihat sempurna hanya akan membuat kita lupa caranya hidup bahagia. Karena kebahagiaan itu berawal dari saat kita bisa tampil apa adanya.

Nah, buat kalian yang masih suka minder sama kekurangan, coba deh liat kekurangan itu dari sudut pandang yang berbeda. Apakah itu memang sebuah kekurangan yang harus diperbaiki, ataukah itu sebenernya adalah sebuah kelebihan yang membuat lo salah persepsi?

[ARTICLE] Bimbingan Belajar versi Online?! Beneran ada??

19.30 Add Comment

Jadi beberapa waktu lalu gue baru aja main ke launchingnya Quipper Video di Grand Indonesia. Iya, fotonya udah sempet gue post di Instagram gue. Tapi di Instagram gue cuma bisa jelasin sedikit tentang Quipper ini, nah sekarang gue akan jelasin versi panjangnya karena menurut gue ini akan sangat bermanfaat buat kalian yang masih muda-muda masih sekolah, apalagi yang mau persiapan UN/SBMPTN.




Kalo kalian pembaca setia blog gue, mungkin udah tau kalo gue lumayan sering nulis tentang pendidikan. Nah, begitu juga apa yang bakalan gue tulis ini nih. Jadi Quipper Video itu adalah semacam Bimbel Online/e-learning, jadi kita belajarnya sambil nonton video, yang kontennya udah lengkap banget dan diajarin sama guru-guru yang udah berpengalaman. Asik banget! Nggak kayak zaman dulu, boro-boro nonton video, nyatet pelajaran aja nggak bisa pake handphone, kudu nulis puanjaaang sampe pegel. Jari pada kapalan semua, heuheu.


Terus kalo kita belajar dari Quipper Video ini, kita nggak harus dateng ke tempat les. Justru karena ini e-learning, kita jadi bisa belajar dimana aja kapan aja asal ada koneksi internet. Jadi bisa banget tuh buat belajar bareng temen-temen sambil nongkrong di Café, misalnya. Pasti jadi lebih comfortable dan nggak ngebosenin.



Zaman dulu waktu gue SMA sekitar tahun 2007, ikut bimbel bisa ratusan ribu sampe jutaan rupiah. Udah tempatnya jauh, Jakarta macet, belom lagi laper di jalan. Untung aja gue waktu itu pulang-pergi masih bisa nebeng sama temen gue, jadi masih lumayan hemat ongkos. Tapi yang gue keselin lah ini, si Quipper masa bayarnya murah banget! Cuma bayar sekali untuk langganan selama 10 bulan! Dibandingkan dengan bimbel biasa yang tiap bulannya harus bayar ratusan ribu. Gila banget sih, lumayan banget buat ngirit, malah siapa tau bisa dapet tambahan uang jajan dari orang tua buat banyakin quota internetan, hehe. Bener kan, tapi? :D


 

That’s why gue seneng banget buat share hal kayak gini. Temanya pendidikan, tapi juga memanfaatkan teknologi. Karena gue yakin, pendidikan adalah sektor utama yang paling-paling-paling harus dibenerin demi masa depan Indonesia yang lebih baik. Makanya, kalian semua yang lagi persiapan buat menuju universitas impian, manfaatin ini sebaik mungkin.

Gue jadi inget waktu gue mau kuliah dulu. Sebelum Ujian Nasional itu jadwal bener-bener sibuk parah. Sekolah dari pagi sampe sore, pulangnya bimbel sampe jam 7 malem, pulang macet (untung nebeng temen, hehe), sampe rumah jam 9 malem. Belom lagi kalo weekend, juga ada tambahan bimbel versi SMPTN (sekarang namanya SBMPTN), jadi nggak weekdays nggak weekend, belajar mulu kerjaannya. Dan menurut gue, apapun yang terlalu banyak atau berlebihan itu kurang baik, meskipun itu tentang belajar. Gue pernah baca sebuah artikel bahwa istirahat itu sangat diperlukan terutama disela-sela waktu bekerja, jadi otak kita itu nggak stress karena terlalu banyak berpikir. Istirahatnya itu juga bisa macem-macem. Bisa tidur sejenak, bisa ngelakuin sesuatu yang menyenangkan, makan, atau apapun yang kita senengin asal kita juga tau waktu, jangan sampe malah keasikan main eh belajarnya sampe lupa, heuheu.

ceritanya waktu masih SMA..

Beberapa tips gue untuk bisa fokus belajar itu adalah: 
1. Belajar di sebuah tempat yang comfortable.
Dengan makanan ringan favorit dan juga musik yang tenang. Kalo gue sih lebih suka musik instrumental, supaya nggak keganggu dengan ikutan nyanyi dan akhirnya nggak fokus.

Jadi belajarnya antara di kamar, atau di sebuah café yang sepi. Jangan lupa juga buat matiin dulu notifikasi handphone, supaya nggak mengganggu proses belajar. Oiya, selain itu gue juga biasanya belajar bareng sama temen-temen gue yang pinter-pinter. Jadi kalo kita bingung bisa sekalian nanya-nanya langsung deh!

2. Mengatur jadwal belajar gue. 
Gue nggak belajar sampe tengah malem yang bikin kantong mata gue sampe segede shopping bag. Biasanya gue belajar sampe jam 9 atau 10 malem aja, abis itu gue istirahat. Kenapa? Ya seperti yang gue bilang tadi, otak kita juga butuh istirahat.

jangan sampe kemaleman dan begadang melulu..

3. Terakhir! Jangan lupa untuk sarapan, dan juga minum vitamin. 
Sarapan itu penting banget buat ngebantu aktivitas kita di pagi hari (saat ujian pagi), dan vitamin juga biar kita tetep sehat. Kalo lo nggak biasa minum vitamin, bisa diganti dengan ngebiasain diri makan buah, atau minum madu biar setrong :D

By the way, E-Learning Quipper Video ini juga boleh banget buat dicoba lho, banyak banget hal-hal yang tadi gue sebutin di atas yang bisa digantiin dengan bimbel online. Belajar bisa dimana aja, kapan aja, sama siapa aja ☺

Semoga tulisan dan tips-tips gue bermanfaat ya buat kalian yang masih pada di sekolah! Semoga sukses ujian nasionalnya dan SBMPTN-nya!!!! PURSUE YOUR PASSION, REACH YOUR DREAM!!! :D

Buat yang penasaran sama Quipper, bisa langsung cek-cek aja ke akun-akun Quipper di bawah ini:

Jangan Menggunakan Cara-cara ini Untuk Nyari Kenalan! Pake WOO aja!

13.42 Add Comment
Pagi itu, gue duduk sendirian di kursi taman. Badan gue condong ke depan dan bersandar di meja. Kaki gue goyang-goyang naik turun menandakan bahwa kecemasan gue sudah berkuasa.

Gue lirik-lirik mulu cewek yang duduk di kursi taman sebelah kanan gue. Namanya Vania, cewek berkulit terang, rambut panjang, dan selalu periang itu adalah pencuri hati gue. Masih teringat pertama kali kami mengobrol, yaitu saat gue dipalakin anak TK sebelah, Vania membela gue. Sejak saat itu, hati gue berasa tercuri olehnya, dan gue selalu terbayang-bayang olehnya. Sialnya, gue belum pernah berani mengajak ngobrol dia.

Hari itu, gue berniat untuk berkenalan dengan dia. Agar, setidaknya dia tau kalo gue masih mengingatnya. Setelah hampir setahun gue ngumpulin keberanian, hari itu gue yakin gue bakal nyamperin dia. Setelah gue menarik nafas dalam-dalam, lalu kepala terasa agak pusing karena gue barusan mencium kentut gue sendiri, gue pun menghampiri Vania. Gue pegang pundaknya, dia menoleh, lalu gue cium keningnya, sambil berkata, “Aku mau berterima kasih sama kamu untuk kebaikanmu setahun yang lalu.”

“Plak!!” Sebuah tamparan melayang di pipi gue. Gue lihat Vania berlari menjauh sambil berteriak-teriak. “Aku pasti akan hamil!! Aaaakk!! Makhluk itu menciumku!!”

Cewek idaman gue itu berlari sambil mengusap air matanya menggunakan dasi berwarna merah, yang sewarna dengan rok seragam sekolahnya. Gue bengong sambil mengusap-usap pipi gue sendiri yang terasa nyeri.

Itu adalah salah satu pengalaman yang membuat gue takut untuk berkenalan sama cewek. Ada banyak lagi pengalaman gue yang gagal dalam berkenalan dengan cewek. Nah, karena gue baik sama kalian, hari ini gue bakal berbagi beberapa pengalaman gue, biar kalian nggak mengalami kegagalan yang sama dalam mengajak orang berkenalan.


Here they are:

Sok Nebak-nebak
Jangan sok nebak-nebak hal-hal yang berhubungan dengan si target. Apalagi kalo tebakannya sangat nggak menyenangkan, meskipun itu benar. Misal,

“Eh.. Lo anaknya pak Rosidin kan? Yang juragan ayam itu kan?”

atau,

“Hai.. Aku bisa nebak karakter kamu dari zodiak kamu. Kamu kan Leo ya? Kamu pasti suka nyiumin kentut sendiri pake tangan.”

Sok Nebak-nebak akan membuat target merasa ditelanjangi privasinya. Dan lo bakal dianggep kayak stalker. Nanti dia bakal langsung ilfeel. So, jangan nebak-nebak!

Broadcast PIN BBM
Gue tau, zaman sekarang udah jarang banget orang yang bisa ngajak kenalan langsung sama orang lain. Tapi, setidaknya meskipun kita mau nyari temen secara online, jangan pake cara yang norak juga ya. Seperti misalnya minta temen buat nge-broadcast PIN BBM lo, biar di-add sama orang dan bisa lo ajak kenalan.

Dengan menggunakan metode broadcast PIN BBM begitu, bakal bikin lo terlihat kayak orang yang nggak laku-laku, dan butuh banget dipromoin. Hal itu bukanlah kesan pertama yang baik bagi target.

Nulis Nomor Hape di Tempat Umum
Hal ini pernah gue lakuin zaman kuliah dulu. Demi mendapatkan teman baru, gue sengaja nulisin nomor gue di tempat-tempat umum. Di meja kelas, di halte, di jok bus, maupun di toilet umum.

Nah, berkat pemilihan tempat yang nggak oke buat nulis nomor hape, endingnya, yang ngehubungin gue kalo bukan mas-mas tukang bersih-bersih toilet, ya waria-waria yang suka nongkrong di halte.

Oke, daripada lo make cara-cara di atas, gue saranin cara yang lebih keren dan elegan buat nyari kenalan. Nih, gue kasih tau aplikasi keren buat “Match-making” alias mencarikan teman yang cocok tanpa perlu latihan khusus tentang kepribadian. Soalnya, aplikasi ini bakal nyariin temen buat lo yang sesuai dengan kepribadian lo. Namanya adalah WOO Match-Making App. Aplikasi ini akan mencarikan lo pasangan yang cocok sesuai kepribadian lo. Jadi, lo nggak perlu jadi orang lain buat nemuin pasangan yang menarik.


Gue sendiri udah nyobain kemarin buat download dan make nih applikasi. Dan dalam sehari, gue udah dapet beberapa cewek yang nge-like profile gue, di mana tinggal gue like balik, dia bakal jadi “Match” gue. So, tinggal dilanjut deh ngobrol tentang apa yang sesuai dengan minat kami berdua.


Fitur di atas, namanya adalah Tagsearch: Fitur ini akan mencarikan rekomendasi calon teman utuk lo, sesuai dengan kesamaan minat, hobi, maupun lokasi. Jadi, yang direkomendasiin bukan cuma karena lokasi dekat doang, tapi harus punya kesamaan minat. Dengan fitur ini, pastinya lo bakal lebih gampang buat menyesuaikan diri dengan teman yang baru lo dapetin di WOO ini.

Saat gue pengin mempeluas pertemanan gue, gue pun make fitur lain, yaitu,


QuestionCast: Fitur ini menyediakan space bagi cewek-cewek yang pengin dapet kenalan yang sesuai dengan kriteria mereka. Mereka bisa menyediakan pertanyaan-pertanyaan kritis maupun ringan untuk dijawab oleh cowok-cowok, sehingga mereka bisa dengan mudah menyeleksi mana cowok yang jawabannya paling dekat dengan jawaban yang diharapkan.


Btw, Question Cast ini sebenernya bisa jadi semacam test kecerdasan seseorang. Si pembuat pertanyaan bisa mengira-ngira level kecerdasan kita, berdasarkan jawaban yang kita bikin.

Terus, biasanya kalo ada yang ngelike profile gue, gue bakal ngirim direct message.


Ini adalah fitur bagi lo yang udah ngebet buat ngechat orang yang lo temuin di WOO, tapi belum ada di friendlist lo. Dengan fitur ini, dipastikan lo nggak bakal kehilangan si target meskipun kalian belum berteman. Jadinya, nggak ada potensi jodoh yang hilang di aplikasi ini. Hihihi!

Tapi tujuan gue ngirim Direct Message biasanya buat ngasih greeting aja ke orang yang udah ngelike profile gue. Sehingga gue bisa dianggep sebagai orang yang ramah di kesan pertama dia.


Btw, gue demen sama emoticon di chatbox WOO. Lucu-lucu banget!

Untuk fitur-fitur lain, lo bisa cek postingan gue sebelumnya yang ngejelasin tentang WOO di KLIK DI SINI.

Nah, buat lo yang tertarik buat ikut make WOO, silakan download aplikasinya di SINI.

Btw, nih aplikasi tuh masih eksklusif, nggak sembarang orang bisa register. Jadinya, minim orang rese/orang modus tapi kampungan yang main nih aplikasi. So, buat cewek-cewek, WOO adalah tempat yang bakal bikin lo nyaman buat nyari pasangan yang match.

Oke.. itu kira-kira tip dari gue biar elo bisa dapet kenalan yang oke. Semoga tip gue berguna. Gue mau lanjut chatting sama cewek-cewek yang udah match di WOO gue dulu. :p

[TECH] Tips Snapchat Cara Menggunakan Fitur Lenses Terbaru

18.30 Add Comment
Hi, I'm your geek, Benakribo.

Sejak pertengahan tahun 2015, Snapchat semakin terkenal di Indonesia. Meskipun gue nggak tau berapa jumlah pengguna Snapchat di Indonesia, tapi gue udah sangat sering banget ketemu sama orang-orang yang kalo ada apa-apa selalu pake Snapchat. Bahkan hampir banyak sekali orang yang foto bareng gue itu pake aplikasi Snapchat, terutama anak mudanya ya pastinya.

Salah satu hal yang membuat Snapchat semakin terkenal di Indonesia adalah saat Snapchat mengeluarkan fitur terbarunya yaitu Lenses / Lensa. Jadi semacam kita bisa mengedit muka kita secara langsung, LIVE, dengan Lenses yang lucu dan unik-unik yang langsung bisa kita Snap dan kirim ke teman-teman atau simpan di My Story.

Nah, di sini gue udah bikin cara pakainya via YouTube channel gue. Juga beberapa tips Snapchat saat menggunakannya. Semoga tips Snapchatnya bermanfaat ya! Selamat nonton!

Jangan lupa klik tombol CC/Subtitle untuk bahasa indonesia!

Oiya, fitur Lenses ini belum bisa di semua smartphone. Masih lebih banyak bisa digunakan di iPhone, tapi juga banyak yang bisa kok di Android. Jadi silakan coba, dan update juga Snapchat versi terbarunya, supaya Lenses-nya semakin banyak dan juga bisa menggunakan kamera belakang, nggak cuma kamera depan aja.

Semoga info dan tips snapchat-nya bermanfaat!
Jangan lupa follow gue juga di Snapchat @benakribo untuk tips-tips lainnya!

Ha ha ha hatchuh! *bersin teleport*

Follow social media account gue yang lain:
Snapchat, Instagram, Twitter - @benakribo

benablog.com - life journal, what's trending and everything youth need to know.

[ARTICLE] Global Warming masih terjadi? Ini penjelasannya! (QUIZ INSIDE!)

15.04 Add Comment
Kalian tau nggak kalo isu perubahan iklim atau Climate Change di dunia ini semakin menjadi-jadi? Atau gini deh, kalian tau Global Warming kan? Nah, itu adalah salah satu hal yang terjadi karena Climate Change. Tapi, kalo kita ngomongin Global Warming, sebenernya kalian pada tau nggak sih akibatnya apa?

"Denger-denger katanya es di antartika mencair terus jadi banjir dimana-mana ya, bang?"
"Katanya sih air laut bisa makin tinggi, terus kota-kota bisa kelelep. Bener ya itu?"


Hmm... Betul! Tapi ini sebenernya cuma salah satu dari akibatnya. Banyak orang yang nggak tau apa yang sebenernya terjadi, kenapa air laut bisa semakin tinggi?

Coba nonton dulu video yang satu ini.


Sekarang jadi ngerti kan? Itu lho yang sedang dialami sama Bumi kita yang tercinta ini. Tempat tinggal kita. Dan gue yakin kita semua nggak mau hal itu untuk terjadi, kalo makin parah, nggak kebayang deh nanti gimana nasip masa depan cucu-cucu kita?!?!?!


Jadi nggak cuma karena batuan es yang mencair di arktik dan antartika, tapi juga karena perubahan iklim yang membuat bumi semakin memanas, suhunya naik, yang akhirnya ketinggian air lautnya juga semakin meningkat.

Nah, coba kalian liat gambar ini. Kira-kira apa yang terjadi?




Mau tau apa yang akan terjadi?



Ngeri banget yah.

BTW, jadi sebenarnya saat ini sedang berlangsung yang namanya COP21 di kota Paris. Sebuah konferensi yang menghadirkan banyak banget orang/pemerintah dari ratusan negara untuk mendiskusikan sebuah kesepakatan global tentang bagaimana mengatasi Climate Change ini. Sampai presiden-presiden dari berbagai negara juga datang untuk membicarakan hal ini. Yup, termasuk presiden Barack Obama dan juga presiden Jokowi.


Kalo dari Jokowi, saat dia pidato di sana, dia bilang bahwa diharapkan ada kontribusi negara-negara maju untuk negara berkembang seperti Indonesia dalam upaya perubahan iklim. Kepentingan Indonesia sendiri dalam COP 21 ini adalah untuk "Menghadirkan Negara, melindungi dari dampak kenaikan suhu global diatas 2 derajat Celsius. kesediaan lingkungan yang baik, menjaga sumber kekayaan alam. Tata kelola pemerintahan, tata kelola hutan, partisipatif aspiratif, keadilan dan proses transparansi. Membangun dari pinggiran dan desa, menjaga lingkungan kepulauan, eksistensi pulau-pulau kecil dari dampak global, akses energi, kebijakan alokasi keseimbangan pembangunan dan lingkungan dan lain-lain", papar Siti, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup.

Salah satu perusahaan Indonesia, APRIL, turut berkontribusi guna mencapai climate and sustainable development goals ayng diprakrasai oleh PBB. Perusahaan APRIL juga memberikan aksi nyata dalam menjalankan komitmennya untuk melakukan konservasi lingkunan secara berkelanjutan, restorasi, dan penanggulangan kemiskinan di masyarakat daerah di Indonesia. Masyarakat dunia memiliki kesempatan yang luar biasa di acara COP 21 Paris untuk membuat perubahan di masa depan. Sebagai pihak Swasta, perusahaan APRIL harus memegang peran kunci untuk turut serta bekerja untuk mencapai tujuan nasional dan global dalam isu perubahan iklim.

Terus, apa yang kita bisa lakukan buat mengatasi perubahan iklim? Coba nonton video ini dulu biar lebih ngerti :)


Kalo kalian masih bingung, kalian bisa ikut partisipasi dalam mengatasi isu Climate Change dengan ikutan lomba "Capture Climate Change Indonesia!". Kenapa? Karena kita pengen kita semua makin menyebarkan berita tentang gimana ngatasain perubahan iklim ini. Dan, sebagai rewardnya, 10 pemenang dari lomba Capture Climate Change Indonesia ini bakalan dapet Action Camera Xiaomi Yi! Kurang seneng apalagi tuh, udah membantu Bumi, dikasih hadiah pula :D

Caranya bisa liat di sini ya:


info lebih lanjut bisa cek ke:

Alright guys! Semoga tulisan panjang gue kali ini bisa lebih 'membuka mata kalian' bahwa ada hal yang sangat-sangat penting yang sedang terjadi di Bumi kita ini. Dan semoga abis tulisan ini, makin banyak dari kita yang semakin peduli dan juga semakin banyak berbagi pengetahuan tentang cara mengatasi isu perubahan iklim di dunia ini.

Thank you, guys!

benablog.com - life journal, what's trending and everything youth need to know.

Api Cinta itu Hanya Ada Saat Belum Memilikinya

16.08 Add Comment


Gue yakin, elo pasti lebih inget orang yang pernah lo cintai, tapi akhirnya malah menyakiti, dibanding pasangan yang pernah sama-sama  selalu mencintai sampai bosan sendiri.

Kenapa gue bilang gitu? Akhir-akhir ini gue kepikiran, lagu-lagu bertema patah hati itu selalu lebih meledak dibandingkan lagu-lagu yang menceritakan indahnya jatuh cinta. Lagu yang membahas tentang cinta yang terkhianati, lagu yang membahas tentang cinta yang tak terungkapkan, maupun lagu yang membahas tentang cinta yang tak bisa dimiliki, memiliki kekuatan yang lebih “nonjok” dibandingkan lagu-lagu yang membahas tentang hati yang berbunga-bunga.

Hal itu beralasan. Orang itu lebih ekspresif saat mereka sedang sakit hati. Orang itu lebih sensitif saat mereka sedang terluka hati. Dan orang itu akan lebih mengingat detil orang yang menyakitinya dibanding orang yang membahagiakannya. Di postingan kali ini, gue mau ngajakin lo buat melihat cinta, dari sudut pandang berbeda. Iya, cinta itu benar-benar terasa, saat kita tidak sedang memilikinya. Itu yang gue pahami. Dan pemahaman semacam itu, datang dari pengalaman yang pernah gue jalani. Begini ceritanya..

Gue inget, beberapa tahun yang lalu, gue suka sama seorang cewek, bernama Ria. Cewek itu sekampus sama gue, sejurusan juga, namun kita tidak seperasaan. Ria ini adalah cewek berwajah adem kejawa-jawaan. Tiap dia ngomong, terasa lembut di hati. Menurut gue, Hitler pun kalo denger dia ngomong, pasti bakal jadi orang yang baik, dan nggak bunuh-bunuhin Yahudi lagi. Rambut Ria berwarna hitam, panjang, lurus sepundak. Kulitnya terlalu putih untuk ukuran cewek Jawa. Bibirnya merah, tanpa lipstick, dan parfumnya tak pernah ganti, Bvlgari Jasmin Noir. Dia nggak pernah ngasih tau merk parfumnya, tapi gue sering merhatiin dia kalo lagi nyemprotin parfum itu ke lehernya. Pertama kali gue ketemu dia adalah saat gue harus ke rental printer pagi-pagi. Kebetulan rental itu ada di dekat kosannya. Dan pertama jalan kaki bareng dia menuju kampus itu, mengubah hari-hari ngampus gue selanjutnya.

Kosan Ria ada di belakang kampus, sedangkan kosan gue ada di depan kampus. Setiap pagi, gue sengaja berangkat ngampus 15 menit lebih awal, biar bisa jalan kaki bareng dia. Iya, gue harus muterin setengah bangunan kampus yang ukurannya segede kampung halaman gue itu, hanya untuk bisa jalan bareng Ria. Tapi Ria tidak tahu kost gue di mana, yang dia tahu, kami jalan karena tujuannya searah. Iya, 10 menit jalan kaki bareng dia adalah 10 menit terindah dalam hari-hari gue. 10 menit yang mampu membuat gue selalu bisa bangun lebih pagi. 10 menit yang selalu gue pikirin setiap menjelang tidur di malam hari. Apakah setiap pagi jalan kaki mondar-mandir itu melelahkan buat gue? Nggak. Rasa lelah itu tertutup rapat oleh rasa bahagia karena bisa ngobrol dan jalan bareng dia. Gue nggak bisa ngerasa capek untuk mencintai, karena cinta itu memberikan energi tersendiri. Lihatlah hidup orang-orang yang tanpa cinta. Tak ada gairah, tak ada usaha, tak ada tenaga.

Kembali kepada topik si Ria. Pernah suatu ketika, gue jalan kaki seperti biasanya, lalu melambatkan langkah saat gue melewati depan kost si Ria. Gue lihat, pagi itu Ria tak kunjung tiba. Gue nggak bisa nanya Ria di mana, karena gue nggak pernah berani meminta nomor handphonenya. Gue lihat jauh ke depan, Ria juga tak terlihat di ujung jalan sana. Gue sengaja melangkah lebih lambat, agar nanti kalau Ria ternyata memang telat, dia bisa menyusul gue di jalan. Tapi 10 menit melewati jam kuliah dimulai pun, gue nggak berpapasan dengan si Ria. Bahkan sesampainya di ruang kelas, gue juga nggak menemukan si Ria.

Gue tanyain ke Dini, sahabat Ria, ke manakah gerangan si Ria berada? Dini mengatakan bahwa Ria sedang sakit, demam tinggi membuat Ria jadi dia absen hari itu. Selepas kuliah pertama, gue langsung pergi dari kampus, lalu mampir ke minimarket sebelah. Gue inget banget, gue adalah orang yang sangat ketat dengan pengaturan finansial. Zaman itu, gue jatah diri gue sendiri uang 30 ribu/hari untuk makan. Dan hari itu, gue memutuskan untuk memberikan hal yang berguna untuk kesembuhan si Ria. Gue membeli obat penurun panas, dan Redoxon, lalu duit gue tinggal tersisa 2 ribu rupiah. Uang sisa segitu, gue beliin mie instant buat jatah makan seharian.

Gue berjalan dengan penuh semangat ke kost si Ria, lalu membayangkan bahwa dia akan sangat bahagia dengan apa yang gue bawa buat dia. Tapi semangat itu memudar seketika bersamaan dengan apa yang gue lihat di teras kostnya. Ria sedang disuapin oleh seorang cowok seumuran kita. Pucatnya, tak menutupi kecantikannya. Serak di tenggorokannya, tak mengurangi kemerduan suaranya, saat bilang “pelan-pelan aja ya..” kepada cowok yang menyuapinya.

Pemandangan di depan gue emang sempat membuat gue gentar. Tapi apa yang udah gue bawa, nggak boleh sia-sia. Gue tetap memberanikan diri untuk mendekat, dan menyerahkan obat-obatan yang gue beli untuk Ria. Ria terlihat senang dengan apa yang gue bawa. Cowok yang menyuapinya juga mengucapkan terima kasih untuk apa yang gue lakukan untuk Ria. Lalu dia memperkenalkan dirinya, namanya Reno, gebetan Ria.

Sesaat setelah gue berbasa-basi dan terlihat baik-baik saja, gue segera pamit undur diri dari kost si Ria. Gue berjalan kaki menuju kost gue, sambil memakan mie instan mentah yang diremukin. Seremuk hati gue yang diremukin fakta bahwa Ria sudah memiliki orang yang dicinta.

Setelah kejadian itu, gue jadi manusia yang paling melankolis di dunia. Gue selalu melihat sisi gelap dunia. Ketidakadilan dunia, kekejaman cinta, kehancuran hati gue, semua berlalu lalang di dalam kepala. Segala keceriaan dunia seakan musnah begitu saja. Gue ciptakan puluhan puisi yang menyayat hati, gue ciptakan lagu-lagu yang mampu menyihir hati hingga beku, gue lukis warna-warna mati semati harapan gue untuk memiliki Ria. Itu adalah waktu yang sangat kelam namun tak terlupakan buat gue.

Beberapa minggu setelah kejadian itu, gue udah terbiasa berjalan kaki sendirian dari kost langsung ke kampus, tanpa perlu muter melewati kost Ria lagi. Gue nggak marah sama Ria, gue cuma merasa, gue nggak layak memperlakukan hal spesial lagi untuk dia. Karena gue sadar, sudah ada orang lain yang bertanggung jawab atas hal-hal itu untuk dia.

Di kampus, gue bertemu Ria. Senyumnya tidak berbeda, masih seindah biasanya. Senyumnya masih dengan mudah meluruhkan amarah. Tawanya, bisa sekejap menghapuskan segala dendam yang ada.

“Alitt!! Jahat banget sih?!” Tanya dia mendadak membuat gue bingung.

“Ha? Jahat gimana?”

“Pindah kosan kok nggak bilang?” Ria mencubit pipi gue. Bukan sakit yang gue rasakan saat itu. Aneh, yang dicubit itu pipi, tapi kenapa yang terasa nyeri malah hati?

“Pindah kosan? Pindah ke mana?” Gue bingung karena gue nggak merasa pindah kost.

“Loh? Kamu nggak pindah? Kok kita nggak pernah ketemu di jalan lagi?”

Pertanyaan Ria membuat gue terdiam beberapa saat. Bingung untuk menjelaskan bahwa selama ini gue sengaja jalan muter-muter cuma agar bisa jalan kaki bareng dia.

“Kosanku dari dulu memang di depan kampus itu kok. Yang cat biru itu.” Akhirnya kalimat itu tercetus juga.

Ria terlihat bengong, dia gigit bibirnya, matanya layu, layaknya kucing lapar yang berharap untuk dilempar ikan kerapu.

“Jadi.. Selama ini…” Ria sepertinya sengaja tak menyelesaikan kalimatnya.

“Iya.” Gue tersenyum penuh makna, sambil menatap matanya dalam-dalam.

Ria lalu duduk di kursi kelasnya, dengan tatapan kosong. Ria melewati kuliah hari itu dengan tatapan kosong yang sama.

Sepulang kuliah, Ria menghampiri gue. Dengan ramah, dia menepuk pundak gue.

“Balik bareng yuk!”

“Tapi..” Gue mau bilang, kalo jalan pulang kita nggak searah.

“Aku cuma mau lihat kosanmu di mana. Hehe.. kalo boleh..”

“Baik..”

Kita berdua jalan keluar dari kampus, gue sempetin buat beli cilok buat dimakan berdua sepanjang jalan. Kami mengobrol panjang sambil tertawa-tawa, sampai depan kosan gue.

Di depan kosan, Ria berpamitan.

“Oh.. Ini kosanmu.. Jauh juga yah, kalo harus muter dulu ke belakang kampus. Hehe..”

“Hehe..” Gue tersenyum kaku. Seakan-akan ada behel yang dipasang di bibir gue.

Sejak hari itu, setiap pagi Ria yang menghampiri, dan menunggu gue di depan kosan. Lalu kita jalan ke kampus barengan. Itu rute yang lebih wajar, karena setiap Ria mau ngampus, dia memang melewati kosan gue. Dibanding gue yang harus muter ke belakang kampus dulu, cuma agar bisa jalan kaki bareng dia mulu.

Sebulan kemudian, gue dan Ria jadian. Ria mengatakan bahwa dia tidak bisa menerima Reno, karena Reno tidak tinggal di kota yang sama. Ria trauma dengan LDR, dia tidak mau memberi harapan kepada Reno. Saat baru memiliki Ria, adalah saat yang membuat gue sangat bahagia. Akhirnya, segala perjuangan gue sebelumnya, berbuah manis juga.

Tapi kebahagiaan itu pelan-pelan memudar. Di mana cinta, berubah menjadi kewajiban, bukan lagi hal yang dijalani dengan ketulusan. Di mana gue harus selalu menuruti permintaan Ria untuk menemani dia pulang-pergi ngampus, baca-baca buku di perpus, dan nungguin dia perawatan di salon berjam-jam sampe gue bosen mampus.

Memiliki Ria ternyata tidak seindah zaman gue belum memilikinya. Zaman di mana karakternya masih dibatasi imajinasi gue aja. Zaman di mana dia belum menunjukkan sisi-sisi gelapnya. Zaman di mana gue nggak dipaksa untuk makan-makanan yang dia baru coba masak, hingga membuat gue 3 hari berak-berak. Gue nggak boleh protes, karena gue nggak boleh mengecewakannya, karena membuat dia selalu bahagia adalah kewajiban. Ah!!

Belum lagi sifat posesif dia yang ternyata berbahaya. Di mana, gue ngobrol sama temen sekelas yang cewek aja bisa membuat dia ngambek dan diemin gue seminggu lamanya. Di mana gue harus membiarkan dia mengobok-obok inbox SMS hape gue buat memastikan bahwa gue nggak ngedeketin cewek lain.

Gue nggak bisa protes, karena gue cinta. Meskipun gue capek, dan mulai nyadar bahwa cinta yang sudah menjadi kewajiban itu ternyata menyebalkan. Gue harus menerima dia apa adanya. Gue harus selalu berusaha membahagiakan dia. Gue harus bisa menjadi seperti yang dia minta, meski gue nggak nyaman menjalaninya. Melelahkan juga.

Gue coba buka-buka lagi puisi, lagu, lukisan, yang pernah gue buat untuk Ria saat gue patah hati olehnya dulu. Di titik itu, gue nyadar. Api asmara itu justru ada di saat kita tidak saling memiliki. Di saat kita hanya melihat indahnya si dia. Di saat kita bisa dengan tulus memaklumi segala kekurangannya. Cinta sejati itu tumbuh dari rasa sakit. Iya, orang yang bisa benar-benar menyakiti kita, cuma orang yang benar-benar kita cinta. Mungkin elo bakal santai aja, kalo lo dicuekin oleh orang yang nggak lo suka. Tapi lo bisa galau berbulan-bulan saat lo dicuekin gebetan, kan?

Dan akhirnya, gue dikalahkan oleh rasa bosan. Bosan terhadap segala kekurangan Ria, bosan untuk selalu memakluminya. Iya, waktu itu gue emang belum dewasa dalam mencinta. Akhirnya, kami pun sepakat untuk memutuskan hubungan cinta. Anehnya, beberapa saat setelah kami berpisah, gue kembali bergairah. Rasa cinta kembali tumbuh, rasa rindu kembali menggebu. Gue kembali pengin memperjuangkan cinta si Ria. Maunya hati ini apa sih? Kampret, kan?

Mau diterima atau tidak, begitulah pilihan yang diberikan oleh cinta. Selalu mencintai orang yang tak pernah bisa kita miliki, atau Memiliki orang yang tak kita cintai. Tapi yang jelas, cinta itu adalah yang mampu memberimu energi dan gairah. Cinta itu yang bisa membuatmu selalu gelisah. Cinta itu yang bisa menggerakkan hatimu hingga kamu bisa melakukan hal-hal yang sebelumnya berat untuk dilakukan. Dan saat kamu tak lagi bergairah, tak bersemangat, dan tak tulus lagi berkorban untuk dia, itu adalah tanda bahwa cinta sudah tak bersemayam di sana.

Don’t get in a relationship with the one you don’t love. Sacrificing is hard, if it’s not for the one you love. But it’ll be easy if you do it for the one you really love. Hubungan, baik itu pacaran maupun pernikahan, bukanlah keputusan yang bisa diambil dalam keputusasaan. So, setelah baca tulisan ini, apa lo masih berani memiliki orang yang lo cintai?