Ini Sejarah Gadget-gadget Yang Mempermudah Hidup Kita Sekarang

17.14 Add Comment
Sebagai seorang pria yang telah hidup sejak zaman komunikasi menggunakan kertas dan tulisan tangan, hingga zaman berkomunikasi jarak jauh dengan satu klik saja, gue bisa ngeliat perbedaan dunia. Sisi yang paling terlihat jelas adalah, bagaimana perkembangan teknologi mampu mengubah cara hidup orang, atau bahkan sifat orang.

Dari yang dulunya harus mengetuk pintu rumah untuk bertemu teman, sekarang bisa dengan mudah mengobrol dengan mereka melalui layar gadget. Dari yang dulunya harus menunggu satu minggu hanya untuk mendapat balasan surat dari teman, sekarang cukup nunggu beberapa detik, pesan kita sudah terbalaskan.

Gue jadi kebayang, gimana repotnya mau PDKT kalo pake surat yang dikirim via post. Misal, ngirim surat cuma berisi, “Kamu udah makan belum?” Karena lamanya surat itu nyampe, endingnya kita dapet balasan, “Aku udah makan, udah nikah, dan sekarang udah punya anak. Kamu?”

Syukurlah, banyak inovasi dalam teknologi yang sudah tercipta di zaman ini, sehingga hidup kita sangat termudahkan olehnya. Namun, mungkin kita perlu tau gimana sih, awalnya teknologi-teknologi itu tercipta?

Yuk kita simak beberapa versi awal dari gadget/teknologi yang kita pakai sekarang!

Kamera
Kemarin sempat nongol MEME yang membuat kepala migren. Begini:


Iya, kalo itu kamera pertama di Bumi, lalu yang dipake buat motret tuh kamera, apaan??

Tenang, gue udah tau jawabannya. Yang di foto di atas, bukanlah kamera pertama di Bumi, melainkan kamera terbesar di Bumi pada saat itu. Sedangkan kamera pertama itu begini bentuknya:



Kamera pertama ini ditemukan oleh Johann Zahn, pada taun 1685. Bentuknya pun masih sangat sederhana dan ukurannya cukup gede. Mungkin kalo bentuk kameranya selalu begini, orang-orang yang hobi selfi, otot bisepnya bakal gede-gede.

GPS
Zaman sekarang, mau pergi ke manapun, kita nggak perlu takut nyasar selama masih dapet sinyal satelit, karena udah ada GPS (Global Positioning System). Bahkan, semua smartphone zaman sekarang udah ada aplikasi semacam ini, sehingga proses navigasi juga jadi sangat mudah.


Gambar di atas adalah prototipe GPS pertama di dunia, yang diperkenalkan pada tahun 1932. Iya, pada zaman itu, kita belum punya koneksi internet dan satelit, sehingga GPS di atas masih sangat manual.


Cara kerjanya, seperti semacam selembar peta yang digerakkan oleh mesin yang dihubungkan ke mesin mobil. Ribet ya?

Telepon
Ini salah satu penemuan yang paling mengubah dunia. Di mana berkat lancarnya komunikasi jarak jauh, manusia jadi semakin mudah dan cepat dalam menerima informasi.


Tapi, telepon pertama yang diciptakan Om Alexander Graham Bell itu nggak sesimpel telepon yang sekarang. Bentuknya masih sangat rumit, dengan fitur yang terbatas. Iya, cuma bisa nelpon 2 arah doang. Belum nomor-nomoran, atau conference call.

Btw, ada yang belum tahu kah kenapa sampai sekarang orang kalau nelpon selalu bilang “Hello?”

Bukan.. Awalnya, Hello itu bukan bertujuan untuk menyapa, tapi Hello itu adalah nama pacar Om Graham Bell yang dia telepon saat mendemokan penemuannya ke publik. Gara-gara hal itu, orang lain jadi ikut-ikutan make “Hello” buat memulai pembicaraan saat menelpon. Mungkin, di tahun 1876 orang-orang mengira, “Hello” itu adalah sebuah mantra biar bisa ngomong sama orang yang berada di jauh sana.

Tapi ada yang bilang, istilah Hello ditemukan oleh Thomas Alva Edison. Ntah lah.. Mana yang benar. Sampai sekarang juga masih misteri, penemu lampu itu Thomas Alva Edison, atau Tesla.

Surat Menyurat
Berkirim teks sekarang sudah sangat mudah. Bahkan, di beberapa smartphone, kita nggak perlu ngetik. Kita cuma perlu mendikte, dan smartphone bakal menuliskan apa yang kita katakan, lalu mengirimkan surat itu. Di zaman ini, selain teks, kita juga udah bisa ngirim file foto atau file lain via email/chat.


Ini bukan alat pencetak dodol.

Tapi versi awal dari pengiriman teks itu dicetuskan oleh alat ini. Iya, telegram dikembangkan di Amerika Serikat oleh Samuel Morse dan asistennya, Alfred Vail, pada tahun 1837. Mungkin sebagian dari kita bingung, “Kok bentuknya kayak staples? Kok cuma ada satu tombol? Kok nggak ada abjadnya?”

Nah, di zaman itu, mengirim teks bukan diproses menggunakan huruf alphabet, melainkan menggunakan sandi morse. Di mana setiap huruf diwakili dengan kode titik maupun garis panjang. Gue masih nggak kebayang, gimana repotnya para alay kalo mau nulis pake sandi morse.

Nah, itu sebagian dari inovasi yang udah mengubah dunia karena kekreativan penemunya. Bisakah kita seperti mereka? Gue pikir, bisa.

Lihat deh, zaman sekarang masih banyak kok inovasi-inovasi yang bisa mempermudah atau berguna bagi orang banyak. Misalnya, aplikasi ojek online yang bisa dengan mudah mencarikan tukang ojek bagi yang butuh. Atau, website online store, yang membuat orang bisa belanja dari rumah. Iya, kita nggak perlu mikirin teknologi atau alat yang rumit-rumit kayak di foto-foto atas. Yang kita perlukan hanyalah merenung, lalu mencoba mengerti keresahan apa yang dialami oleh orang zaman sekarang. Lalu, ciptakan pengobat dari keresahan itu.

Sebagai referensi, berikut gue sampein beberapa inovasi kreatif juara kompetisi  Black Innovation di tahun-tahun kemarin:


AUTOLAMP (PACKAGING LAMPU)
by Deden Jaya Somantri
Inovasi ini berawal dari pengalaman pribadi sang inovator yaitu ketika ia membeli lampu dan memintanya untuk mengetes terlebih dahulu. Ketika si pemilik warung mencoba untuk mengeluarkan lampu itu dari kotak packaging, tiba-tiba lampu jatuh dan pecah begitu saja dikarenakan kesulitan untuk membuka kotak tersebut.

Dari pengalaman itulah penemu termotivasi untuk mendesain ulang packaging lampu agar lebih mudah untuk pengetesan. Desain menggunakan sistem sliding untuk cara membuka dan menutupnya. Di samping itu, konsep packaging dibuat multifungsi sehingga bisa berguna menjadi lampu tidur dan dudukan hiasan lampu unik.

Dengan konsep baru packaging lampu ini juga bisa mengurangi jumlah sampah sekaligus bermanfaat untuk pelestarian lingkungan.


Ecobata
by Rina Nurhayati
Ecobata adalah sebuah inovasi bentuk baru dari batu bata yang bisa menghemat penggunaan semen. Teknik semen yang digunakan di eco bata adalah vertical cementing yaitu mengisi semen di dalam rongga ecobata.

Ecobata dapat disusun seperti lego hingga saling mengunci pergerakan antara satu sama lain. Selain itu, rongga tengah ecobata dapat dimanfaatkan dan dikreasikan untuk instalasi kabel listrik, instalasi pipa air, dan juga ventilasi udara.

Fungsi lain dari Ecobata adalah sebagai aksesori seperti pot bunga, pijakan cantik di tengah taman, bahkan pijakan refleksi untuk telapak kaki.

Nggak ribet, tapi berguna kan? Untuk referensi inovasi lain, bisa lo cek langsung ke webnya BLACK INNOVATION ya!



Oh iya, kalo lo udah tercetus ide untuk menciptakan sebuah inovasi yang bisa membantu atau berguna buat banyak orang, ikutan kompetisi serupa tahun ini yuk! Submit aja ide lo di BLACK INNOVATION.


Soalnya, dengan mengikuti kompetisi ini, ide lo nggak cuma bakal jadi ide basi tapi bisa menjadi ide yang menghasilkan. Black Innovation udah nyiapin banyak hadiah buat pemenang kompetisi ini:

- 3 Orang Pemenang akan mendapatkan uang masing-masing Rp.20 juta.
- Juara Favorit dengan vote terbanyak akan mendapatkan uang Rp.10 juta.
- 10 Orang Lucky Voters akan mendapatkan uang masing-masing Rp. 500 ribu.

Seru abis kan? Model ide doang, bisa dapet uang jutaan!

Oke.. Itu aja dulu info untuk hari ini. Sampai jumpa di postingan berikutnya. Makasih buat yang udah baca. Menurut lo, mana dari penemuan-penemuan di atas yang paling berguna buat lo sekarang?

[VLOG] - Bedah Buku PewDiePie "This Book Loves You"!

19.30 Add Comment

Setelah @pewdiepie waktu itu ngumumin kalo Pre-order bukunya udah rilis, gue langsung hari itu juga pesen di Amazon. Dan dalam waktu sekitar beberapa minggu, akhirnya bukunya nyampe juga di rumah gue. Waktu itu gue sempet mikir, hmm... gue bikin video kayak apa ya buat ngebedah buku barunya Pew? Soalnya kan gue nggak mungkin ngepost semua halamannya di Youtube gue.


Dan sampai akhirnya Edho Zell ngajak gue buat bikin videonya bareng. Jadi waktu itu kita ngumpul-ngumpul bareng beberapa Youtuber lainnya (@aulion @dhinoharyoo @ardinhai), terus bikin 2 video. Video pertama diupload di youtubenya Edhozell, dan part yang ke-2 diupload di youtube gue. Nah, buat kalian yang belom nonton, langsung nonton dua-duanya aja di sini!

Part 1


Part 2


Gimana? kalian udah punya bukunya belom? Inspiring and funny lho. Pewdiepie banget!!! Kalo mau beli, sekarang udah ada di beberapa toko buku di Indonesia kok, kayak Periplus.

benablog.com - life journal, what's trending and everything youth need to know.

[GEEKPLAY] THE HARDEST GAME EVER 2. @BENAKRIBO VS @AULION #1

11.32 Add Comment

Halo guys! ini dia video gaming pertama gue! Disini gue mencoba untuk menantang orang-orang untuk mencoba mengalahkan gue dalam bermain game seru! Dan penantang pertama adalah @AULION!


If you guys wanna see more tips and tricks and more tech for youth, consider subscribe to my channel :) http://bit.ly/SubBenakribo

NEW VIDEO EVERY WEEK! :D

- GEEKTALKS: Snapchat new LENSES https://www.youtube.com/watch?v=1e1_fJHPB-g
- BENA POTONG RAMBUT!: https://www.youtube.com/watch?v=n_SQMuPHCpc

========================================

Support YOUTUBERS with LIKE, COMMENT, and SHARE this video if you like it :)

T-Shirt by @iwearbanana iwearbanana.com
Music/Audio by epidemicsound.com

========================================

// FOLLOW MY SOCIAL MEDIA FOR MORE UPDATES! //

// BLOG // http://www.benablog.com
// INSTAGRAM // http://instagram.com/benakribo
// TWITTER // http://twitter.com/benakribo
// FACEBOOK // http://fb.com/benakribo
// SNAPCHAT & PERISCOPE // @benakribo

========================================

benablog.com - life journal, what's trending and everything youth need to know.

How I Met Taylor Swift.

17.04 Add Comment


This post is dedicated for Indonesian Swifties.

Tahun lalu, gue pernah bilang ke diri gue sendiri bahwa “Gue tahun depan mau ke Amerika. Gue mau ke LA”. Dan itu yang selalu gue pegang teguh dalam hidup gue. Omongan adalah doa. Sampai akhirnya 2 bulan lalu gue dapet kabar bahwa gue diundang untuk nonton konser Taylor Swift di Los Angeles, California.

GUE SHOCK.



So before telling my story about this super journey, I want to say thank you so much to Cornetto yang udah nerbangin gue ke Los Angeles, mewujudkan salah satu mimpi gue untuk pergi ke Amerika. Dan lebih senengnya lagi karena gue bakalan KETEMU TAYLOR SWIFT IN PERSON, FACE TO FACE!!!! 20 jam perjalanan di pesawat jadi nggak berasa capeknya kalo gue bisa ketemu Taylor Swift sih.

Oiya sebelumnya, gue mau perkenalan diri dulu ke Swifties Indonesia. Hai, halo, kenalin nama gue Benakribo. Seorang blogger sejak tahun 2009. Gue suka nulis dan suka bikin video, terutama di youtube (youtube.com/benazio) dan instagram (@benakribo monggo difollow :D ). Gue personally 2 bulan lalu memang bukan fans berat Taylor Swift, atau lebih tepatnya belum jadi fansnya Taylor Swift. Yes, I know lagu-lagunya dia, jelas sekali siapa yang nggak tau coba, kan lagu-lagunya selalu diputer in so many locations, cafes, radio, all over the places.


Gue pergi ke Los Angeles bareng belasan pemenang lucky draw yang semuanya ngefans sama Taylor Swift. Lalu ada salah satu perwakilan dari fanbase Taylor Swift Indonesia namanya Rama. Gue juga pergi ke sana bareng @Aulion, sahabat gue yang juga seorang Blogger, Instagrammer dan Youtuber. Kita berdua ke sana sebagai Media, untuk meliput dan mendokumentasikan perjalanan juga tentang konser Taylor Swift itu sendiri.



Waktu gue posting di Instagram kalo gue bakalan ketemu Taylor Swift, sempet ada beberapa yang nggak suka sama postingan gue. Ada yang kesel “Kenapa lo yang diundang? Padahal banyak yang lebih ngefans!”, ada yang kesel juga karena gue baru aja follow Taylor Swift di Instagram dan Twitter. Ada yang ngira gue fans dadakan Taylor Swift dan lain-lain.

Gue sempet bingung, tapi akhirnya gue biarin aja karena gue tau bahwa fans sejati, akan selalu mendukung idolanya, dan fans yang baik akan saling support sesama fans. Jadi, saat ternyata ada orang yang belom ngefans pada saat itu, which was gue, yang beruntung untuk bisa ketemu Taylor Swift, menurut gue, jangan malah dikeselin. Positive thinking aja ☺ Justru kalian sebagai fans sejati Taylor Swift bisa ngeyakinin gue bahwa Taylor Swift itu keren, inspiring dan lain-lain supaya gue ikutan ngefans sama Taylor Swift.

Dan sekarang apa yang terjadi? 

Pulang dari Los Angeles gue jadi ngefans beneran sama dia. Lagunya super enak-enak nempel di otak, dan apa yang dia lakukan di sana is so freaking inspiring (ini dari pandangan orang yang baru aja ngefans sama dia lho).

Oiya, satu hal lagi untuk Swifties Indonesia.

This post is dedicated for you, Indonesian Swifties. Please enjoy reading and watch the video. If you like it, you can support me by sharing this post or share the video, or even subscribe to my YouTube channel. I really appreciate that. Oh, I post new video every week ☺

OH, there’s another special thing in this post. Once you guys done reading this post and done watching my video. Don't forget to join the GIVEAWAY!!! ☺


How was the video, guys???

Jadi ada satu hal yang belom gue ceritain di dalem video di atas, yaitu pengalaman saat gue ketemu langsung sama Taylor Swift. Sebelum Meet and Greet sama Taylor Swift, grup kita dibagi dua. Grup satu buat ketemu sama Taylor Swift, grup satu lagi buat tour backstagenya yang bakalan dipandu sama nyokapnya Taylor Swift.

Gue udah dapet banyak titipan tuh dari komen-komen di Instagram, buat ngucapin segala macem buat Taylor Swift. Sayangnya sebelum masuk ke ruangan Loft 89, semuanya nggak boleh bawa apapun, tas dan handphone dititipin di meja depan. Jadi gue nggak bisa bikin video di dalem, tapi it’s okay, gue bakalan ceritain gimana pengalaman gue saat itu.

Jadi saat masuk ke Loft 89, itu ngantri ada sekitar 30 orang di depan gue. Ngantrinya muter balik gitu, jadi sambil ngantri gue bisa denger suara Taylor Swift dari sebelah kiri gue, sumpah gue deg-degan parah. Nervous abis. OMG MBAK TAYLOR, KITA HANYA TERPISAHKAN OLEH SELEMBAR KAIN SAJA HADUH HADUH HADUH. Gila aja sih, gue bakalan ketemu sama cewek berumur 25 tahun yang paling influential di amerika, bahkan sangat influential di seluruh dunia.

Sambil ngantri, gue denger-denger terus dari suara-suara di sebelah gue, rata-rata mereka cuma ngomong sebentar sama Taylor terus foto, kayak cuma sekitar 15-30 detikan gitu. HADUH HADUH GUE NGOMONG APA NIH. Yang ada di pikiran gue cuma berdoa semoga gue nggak gagap ngomong bahasa inggrisnya, semoga dia bisa ngerti dan respon gue.

Antrian terus maju satu persatu, tenda kecil tempat Taylor Swift sedikit-demi-sedikit kebuka setiap ada orang yang masuk. “OMG OMG OMG GUE BISA LIAT DIA!! GUE BISA LIAT TAYLOR SWIFT! ASTAGA TINGGI BANGET!!!”, gue makin panik. Sampai akhirnya gue menenangkan diri, dan antrian pun tinggal satu orang lagi, gue ambil kartu untuk ambil hasil foto bareng, dan akhirnya gue pun masuk.

Taylor: “HI, HELLO HOW ARE YOU? NICE TO MEET YOU”, sambil menjabat tangan gue yang udah lumayan dingin.
Gue: “HI, YEAH GREAT. NICE TO MEET YOU TOO.”, jawab gue sambil senyum super giga sumringah. Sebelum dia ngomong lagi dan sebelum waktu gue abis, gue langsung ngomong lagi.
Gue: “TAYLOR, YOU SHOULD COME AGAIN TO INDONESIA. INDONESIAN SWIFTIES REALLY WANT YOU TO COME.”
Taylor: “OH, YEAH, YOUR FRIEND JUST TOLD ME THAT. IF I HAVE THE OPPORTUNITY I WOULD LOVE TO GO TO INDONESIA AGAIN”
Gue: “YES , TAYLOR,” , sebelum gue menyelesaikan kata-kata gue, dia ngomong lagi
Taylor: “CAN I HAVE A PHOTO WITH YOU?”
Gue: “OH, OF COURSE!!!!!”

*CEKREK*

Taylor: “THANK YOU SO MUCH, NICE TO MEET YOU.”
Gue: “THANK YOU SO MUCH. VERY NICE TO MEET YOU, TAYLOR.”

DEG.


Begitulah foto gue sama Taylor Swift. Udah nggak bisa mikir lagi mau gaya apa, yang penting gue foto sama Taylor Swift, and it will be unforgettable forever, ever.




Lalu gue keluar, dan senyum di bibir gue nggak bisa lepas. Gue seneng banget, dan lebih seneng lagi karena gue bisa ngobrol meskipun sebentar, yang penting gue udah bilang kalo swifties indonesia bener-bener pengen banget supaya dia dateng lagi ke Indonesia. We really hope so, next time.

Begitu keluar, gue langsung ambil tas dan handphone, lalu gue ketemu sama nyokapnya Taylor Swift dan sempet ngobrol-ngobrol sebentar, dia pun cerita-cerita sedikit juga tentang konser hari ini yang bakalan seru banget. Dan gue dapet foto bareng sama nyokapnya!


Setelah gue nonton konsernya, ngobrol sama nyokapnya, ketemu bokapnya juga, gue baru bener-bener menyadari bahwa Taylor Swift sangat menginspirasi banget, parah. Mulai dari Taylor-nya yang super baik sama fans-fansnya, baca-bacain tumblr fansnya, sampai kegiatan-kegiatan dan konsernya yang dikerjain bareng keluarganya, juga dengan crew-crew yang dari dulu banget Taylor manggung masih dibawa dan setia sampai sekarang. So inspiring.

and the concert?

IT'S FREAKING COOL FREAKING AMAZING FREAKING SUPER HD SCREEN SUPER VOICE SUPER CROWD!!!!!!!!!!! BEST CONCERT I'VE EVER SEEN IN MY LIFE.

Welcome to New York!



Ini pas lagu Wildest Dreams


Begitu di Indonesia, gue jadi sering dengerin lagunya dia. Beberapa yang jadi super favorit gue itu “I Wish You Would” sama “How You Get The Girl”.




That’s it guys! I hope you like my video and enjoy reading my super experience of seeing Taylor Swift’s Concert and herself, live. If you have any question please write it in the comment box below. And if you wanna know my story in Los Angeles, California, stay tune in Benablog.com :D

BONUS



featured on Taylorswift.com!!!



Thank you!

benablog.com - life journal, what's trending and everything youth need to know.

Jalan-jalan ke Shanghai, Berakhir Aduhai

15.15 Add Comment
Gedung tinggi menjulang, lampu berwarna-warni, menjadi pemandangan yang memanjakan mata setiap hari. Mungkin hal itu bikin elo pengin tinggal di luar negeri. Begitu juga gue. Pas gue ngeliat film-film Jackie Chan, gue jadi pengin main ke China. Karena, konon China itu negara yang cukup digdaya.


Pemandangan semacam ini, bikin gue semakin nafsu buat main ke sana. Itulah kenapa, gue mutusin buat main ke Shanghai! Yeay! Beberapa teman sempat mengingatkan untuk memilih kota lain aja, tapi gue nggak mempedulikan mereka. Karena, gue jalan-jalan bukan untuk nyari kesenangan, melainkan keresahan. Keresahan untuk apa? Untuk ditulis menjadi sebuah buku. Hihi!

Wah.. Imigrasi China menerima kedatangan Alien

Tapi setelah gue nyampe di Shanghai, segala ekspektasi gue atas indahnya kota itu pun bubar jalan. Karena, kenyataannya pemandangan yang gue liat di Shanghai pas siang hari adalah seperti ini.


This city is only good to hang out at night

Iya, itu semua adalah polusi udara, berkat banyaknya industri di sekitar sana. Yah, lo pasti tau lah, hampir semua barang di bumi ini dibuat di China. Makanya, wajar aja kalo di China banyak pabrik. Jadi, ya begini deh efeknya. Faktanya, sangking buruknya polusi udara di Shanghai, konon efeknya setara dengan menghisap 12 batang rokok setiap hari. Sedih.


Selain soal polusi udara, ada beberapa hal nggak wajar yang gue alami di sana. Ini beberapa di antaranya:

Kriminalitas
Gue ingat, hari pertama gue sampai di Shanghai, gue main-main ke Yu Garden. Di sana, deket juga area pasar tradisional gitu. Gue bisa beli pernak-pernik buat oleh-oleh temen-temen kantor. Nah, uniknya, gue kira Yu Garden ini bakal bagus dan damai banget. Kenyataannya, tempatnya cuma kayak kolam ikan  di rumah sakit yang ada jembatan kecilnya gitu. Di mana, pengunjungnya terlalu banyak, sampai susah buat gerak. Duh.


Potongan rambut hipster

Inilah kehidupan Ranger-Pink saat ini

Balik dari tempat itu, tepatnya pas nunggu taksi, gue tiba-tiba disamperin orang berhidung mancung, namun berkulit agak gelap. Dia ngeluarin sebuah iPhone dari kantongnya, terus cuma bilang, "Hrr.. Hrr.. Hrr.." Sambil buka info di iPhone itu. Iya, cara ngomong dia mirip anggota suku pedalaman yang masih suka melakukan ritual Kanibalisme. Gue sempet takut, tapi gue kembali inget, takut itu cuma sama Allah. Gue pun tenang kembali.

Awalnya, gue kira dia mau minta bantuan gimana caranya buat nelpon mantan, ternyata setelah gue pahami lebih lanjut, dia mau menjual iPhone-nya. Dia menjual iPhone itu seharga CNY 1000, atau kalau dirupiahkan menjadi 2 jutaan. Gue curiga dong, kok ada iPhone harganya 2 juta? Gue kira itu iPhone bajakan versi China.

Tapi ternyataaaaa... Gue yakin itu iPhone hasil nyopet. Soalnya, dia nggak bisa ngasih box dan kelengkapan lainnya. Dan yang paling penting, tuh iPhone masih kena iCloud Lock, di mana yang bisa buka kuncinya adalah pemilik aslinya. Jadi, selama iCloud Lock belum bisa dibuka, si pemilik masih bisa dengan mudah nemuin iPhone itu via GPS. Wah.. Gak lucu banget kalo gue ditangkep polisi China cuma gara-gara dianggep sebagai penadah hape colongan. Gue pun menolak penawaran mas Kanibal itu, kemudian dia terlihat tersinggung, lalu ngedorong gue, dan dia lari. Indah sekali hari pertama gue di China.

Kendala Bahasa
Gue kira, dengan menguasai bahasa Inggris secara baik itu bisa memudahkan gue buat pergi ke penjuru manapun di dunia. Tapi ternyata, pemikiran itu berubah ketika gue sampai di China. Begitu sampai di China, gue sangat kesusahan buat nemuin orang yang bisa berbahasa Inggris. Semacam 1 banding 100. Misalpun nemu orang yang bisa berbahasa Inggris, logatnya Chinglish (Chinese English) banget, di mana perlu kecerdasan ekstra untuk mengerti yang dia maksud. :(

Bahkan, sebagian staf di hotel yang gue tempatin pun, susah buat nemuin orang yang bisa berbahasa Inggris dengan baik loh. Jadi, ceritanya, malem-malem gue laper. Gue nelpon resepsionis buat mesen makanan. Gue bilang, "Can I order some food?" Dia jawab, "No." Terus, gue jawab lagi, "Why?", jawaban dari dia berikutnya adalah, "Ni xian wen toajdfoajedlkfjasdf werahdfalkjad." Gue pun nutup telpon dan milih buat lompat ke sini pake parasut.



Pemandangan depan kamar gue. Bisa lompat kalo udah lelah sama hidup.

Selain kendala bahasa lisan, ternyata di China, sebagian besar tempat usaha menggunakan tulisan China. Jadinya, gue nggak ngerti yang gue masukin itu restoran atau rental PS. Itu adalah hasil dari kebijakan pemerintah China, di mana waralaba/tempat usaha dari luar negeri yang mau membuka cabang di China, harus mau memakai branding China. Pokoknya, China itu negara yang sebenarnya keren. Negara yang sangat menjaga identitasnya, dan tidak mau banyak terpengaruh negara luar. Mereka tidak mau "menjual" negaranya agar bisa dianggap maju. Dengan kebijakan semacam itu, akhirnya, gue pun milih buat makan di tempat yang sudah pasti-pasti aja, dengan menebak logo produknya. Di titik ini, gue ngerasain beratnya hidup orang bisu, tuli, dan sekaligus buta huruf. Sad.


Ini nggak mungkin panti jompo, kan?

Tapi ada hal lucu juga kalo mengingat orang di China banyak yang nggak ngerti bahasa Inggris. Yang efeknya adalah, banyak orang sana yang make atau jualan kaos berbahasa Inggris tanpa ngerti artinya apa.





Gue kira, kaos semacam itu cuma ada di 9gag aja. Ternyata emang beneran ada di China. Kocak! :)))

Lalu Lintas
Awalnya, gue kira lalu lintas di Shanghai bakal sekeren di Singapura atau Hongkong. Di mana pengendaranya tertib-tertib, ada Metro yang bakal mudah nganter kita ke semua tempat di kota itu. Kenyataannya, hal semacam itu enggak terjadi di Shanghai.

Soal taksi, pas di sana gue nemuin supir taksi yang nggak mau pake Argo, alias nembak tarif (sounds familiar). Lalu, soal pengendara motor di Shanghai, mungkin mirip sama sebagian pengendara motor di Indonesia. Suka berkendara ke mana-mana tanpa helm, atau nerobos lampu merah.

Ngopi dulu di tengah jalan, ah~

Oiyah, sepeda motor di Shanghai, nggak seperti motor di Indonesia. Kalo di Indonesia, motor itu seperti benda yang bisa dibanggakan buat dapetin cabe-cabean. Di China, motornya cuma ada 2 tipe:

- Skuter matic
- Skuter electric

Di mana, bentuk motornya ya bakal sangat mengenaskan. Setiap ada bagian yang patah, bakal dilakban doang. Yang penting mah, bisa jalan, nggak buat bangga-banggaan atau balapan.





Hayuk Dek, kita jalan-jalan keliling kota. Adek masuk ke Box, ya!

Internet Menyiksa 
Ini yang sempat gue lupa saat mempertimbangkan untuk bepergian ke China. Ternyata, pemerintah China memblokir banyak banget website-website Sosial Media. Sehingga gue kesulitan buat berbagi momen di Twitter maupun Facebook. Hal itu beralasan, mungkin pemerintah takut ada terbentuk komunitas-komunitas yang bisa membahayakan posisi mereka. Seperti yang terjadi di revolusi Mesir beberapa tahun lalu. Berkat bantuan Facebook, rakyat Mesir mampu menggulingkan kekuasaan Hosni Mubarak. Sehingga, hampir segala akses internet penduduk di China, dimata-matai oleh pemerintahnya. Hiii..

Untuk bisa mengakses sosial media atau website yang di-block, gue terpaksa pake VPN. Lumayan ribet, dan internetnya leleeeet.. Duh.. Wajar deh kalo orang-orang di China susah ngikutin perkembangan tren di sosial media dunia. Besyukurlah wahai kita para pengguna sosial media yang tinggal di negara yang masih bebas berkicau. Tapi jangan sampai kebebasan kita kebablasan ya. Nanti internet kita difilter juga loh. Hiiii..

Sikap Masyarakat Sana
Mungkin ini cuma di Shanghai, yang memang sebuah kota besar di sana. Orang-orang terlihat individualis dan kurang ramah (kayaknya penduduk di hampir setiap kota besar begitu juga). Sebagai contoh, sebagian orang yang mau gue tanyain soal jalan, begitu paham kalo gue nggak bisa bahasa China, mereka langsung berlalu begitu saja. Nyesek sih..

Selain itu, gue juga agak sedih sama kecuekan orang-orang di sana. Jadi, ceritanya sore itu gue mutusin buat jalan kaki mengelilingi pedestrian area untuk ngambil foto-foto gedung di atas. Sebelum gue berangkat, gue taruh kaca mata minus gue di kantung bagian dalam kemeja. Lalu, saat gue lagi jalan kaki, gue denger suara "Klothak!", semacam benda jatuh gitu. Saat itu ada banyak orang di belakang gue juga, gue kira hape mereka jatuh atau semacamnya. Gue lanjut jalan.

Begitu gue nemu spot asyik buat motret, gue rogoh kantung kemeja gue buat ngambil kacamata. Dan.. kacamatanya enggak ada.


Dear desainer kemeja ZARA, gue pengin nonjok muka lo karena ngedesain kantung mubadzir begini.

Gue jadi inget momen sebelumnya, pas gue denger suara "Klothak!" itu. Iya! Itu pasti kacamata gue! Tapi kok orang-orang di belakang gue nggak ada yang mungutin atau manggil gue sih? Apa segitu cueknya mereka kepada sesama? Akhirnya, sejak hari itu, mata gue burem. Gue balik hotel, memutuskan untuk beli tiket pesawat balik secepatnya. :(

Oiyah.. Selama di sana, gue ditemenin jalan-jalan sama sahabat gue, namanya Ayas. Dia adalah seorang mahasiswi PhD di Universitas Manchester, UK. Cerdas? Iya. Gila? Iya banget.


Nih, kelakuan Ayas waktu main di sana. Dia melakukan tarian pemanggil hujan di kuil. Dan berkat skill-nya yang keren dalam hal fotografi, foto gue selama di China, jadinya begini:

Lupakan soal fokus, kuilnya bagus!

Apakah selama di China, gue cuma berduaan ama dia? Enggak. Yang bener, gue nemenin dia jalan-jalan sama pacarnya.

Gue memutuskan buat balik duluan, karena gue udah nggak tahan melihat kemesraan mereka. Gini amat rasanya hidup tanpa pasangan, bisa jalan-jalan, tapi tetep kesepian. Hiks.

Nah, itulah beberapa cerita gue mengenai kota Shanghai. Buat lo yang mau main ke China, gue saranin mending ke Beijing aja. Di sana udaranya seger, suhunya dingin, dan banyak tempat-tempat bersejarah seperti Tembok Besar China, atau Forbidden City. Recommended banget. Kalo ditanya, apakah gue menyesal udah jalan-jalan ke Shanghai? Tentu tidak. Semua kembali ke tujuan awal, gue sengaja ke sana untuk mencari keresahan, bukan kesenangan.

Dari perjalanan kemarin, gue belajar. Memang yah, kadang sesuatu itu cuma indah untuk dikagumi, bukan dikenali lebih jauh. Karena begitu kenal lebih jauh, rasa kagum bisa hilang gitu aja. Hal ini nggak cuma berlaku untuk sebuah kota, bisa juga berlaku bagi seorang idola atau gebetan. Ada gebetan yang hanya menyenangkan saat sedang pendekatannya, tapi saat dimiliki, hambar-hambar aja.

Ada yang pernah ke China juga? Share pengalaman lo di kolom komentar, ya!

Indovidgram di Youtube Fanfest!

08.22 Add Comment

Gue bareng Indovidgram ada di Youtube Fanfest lho! Kita on stage bareng sama Edhozell dan juga Eka Gustiwana!



Kalo mau nonton lengkapnya, langsung aja liat hasil live streamingnya youtube fanfest di sini, gue dan Indovidgram ada di performance pertama, dan Chandra ada di performance ke-2 bareng Skinnyindonesian24! (klik play terus fast forward ke menit 29 ya!



benablog.com - life journal, what's trending and everything youth need to know.

[Update 22 Oktober 2015]Cheat PB Garena Full Hack Tanpa Iklan Fitur VIP / Aim Bullet Gratis No Iklan

05.46 Add Comment
Update lagi Cheat Point Blank Semi VIP 22 23 24Oktober 2015, Gratis dan fitur top tinggal download aja ga bakal nyesel sebelum di coba. Download Cheat PB Point Blank Garena  22 Oktober 2015 VIP Auto HS-Cheat Point Blank Garena Indonesia 22 Oktober 2015 Auto HS, Aim, Wallhack,Cheat Point Blank Garena 22 Oktober 2015 Premium Hack,Cheat Point Blank Garena ID 22 Oktober 2015 Full Hack-Cheat Point Blank 22 Oktober 2015 VIP Auto HS, FullHack,Setelah kemarin update cheat point blank garena VIP 21 Oktober 2015 dan cheat lost saga 21 Oktober 2015 VIP ,sekarang, update Cheat PB Point Blank garena 22 Oktober 2015 VIPAuto HS + WallHack   jika cheat tidak work terditeksi program ilegal jangan dipaksakan itu berarti cheat harus diupdate, silahkan download ulang.Nantikan cheat Cheat Point Blank Garena 23 Oktober 2015 dan cheat lost saga 23 Oktober 2015 VIP. Hit,WH, Anti Banned.Cheat Point Blank 22 Oktober2015 Fullhack AIM,Cheat Point Blank 22 Oktober 2015 Fullhack AIM



Download Cheat Full Gratis(No Iklan) = Klik Disini
  
BANNED DI LUAR TANGGUNG JAWAB KITA



Fitur Cheat Semi / Semi VIp

  •     Wallhack
  •     NoSmoke
  •     Chams TR
  •     Chams CT
  •     Crosshair
  •     ESP Tag
  •     ESP Line
  •     ESP Bone
  •     ESP Health
  •     Ammo ++
  •     Rank
  •     No Recoil
  •     Burst Piso
  •     Quick Reload
  •     AWP NoKokang
  •     No Fall Damage
  •     Suicide

Cara Menggunakan

  •     Extract file cheat yang telah didownload (Extract Here)
  •     Buka file yang berektensi .exe dengan Run Asadministrator
  •     Kemudian klik Start tunggu hingga loading selesai
  •     Start PointBlank pada G+
  •     Happy Cheating